Paguyuban Mabar Resmi Terbentuk di Manggarai Timur: Perkuat Solidaritas Kekeluargaan Ujung Barat Pulau Flores

Paguyuban Mabar Resmi Terbentuk di Manggarai Timur: Perkuat Solidaritas Kekeluargaan Ujung Barat Pulau Flores

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Paguyuban Manggarai Barat (Mabar) resmi terbentuk di Kabupaten Manggarai Timur sebagai wadah sosial kemasyarakatan yang mengedepankan nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan solidaritas antarwarga perantau asal Manggarai Barat.

Paguyuban ini dibentuk untuk mempererat hubungan kekeluargaan warga Mabar yang telah lama menetap di Manggarai Timur namun belum saling mengenal secara luas. Ikatan batin, kesamaan asal-usul, serta semangat kebersamaan menjadi dasar utama terbentuknya paguyuban tersebut.

Kegiatan awal paguyuban telah dimulai sejak Juli 2025 dan berpusat di Paroki Bunda Maria dari Fatimah Nangalanang. Pembentukan paguyuban ini diprakarsai oleh Romo Faustus Manuel, PR, yang juga berperan sebagai koordinator. Dalam perjalanannya, paguyuban mendapat pendampingan dari para penasihat, yakni Yuventius Tongkang, Kosmas Gombor, dan Bonefasius Jas.

Untuk menunjang kelancaran organisasi, telah dibentuk struktur kepengurusan yang terdiri dari Aloisius Bernoli sebagai Ketua, Remigius Peluru sebagai Sekretaris, dan Regi Peluru sebagai Bendahara.

Sekretaris Paguyuban Mabar, Remigius Peluru, menegaskan bahwa pembentukan paguyuban ini lahir dari kerinduan bersama akan persaudaraan yang lebih erat di tanah perantauan.

“Paguyuban ini dibentuk sebagai ruang silaturahmi dan saling menopang antarwarga Manggarai Barat yang tinggal di Manggarai Timur. Kami ingin semua keluarga Mabar bisa bersatu sebagai keluarga yang saling mendukung,” ujar Remigius Peluru.

Ia menambahkan, paguyuban ini terbuka bagi seluruh keluarga Manggarai Barat di Manggarai Timur tanpa membedakan latar belakang.

“Harapan kami, seluruh keluarga Mabar yang belum bergabung dapat ikut ambil bagian, sehingga semangat kebersamaan dan gotong royong benar-benar hidup dan berdampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya.

Paguyuban Mabar tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga sarana saling membantu antaranggota dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Ke depan, paguyuban ini diharapkan menjadi wadah persaudaraan yang solid, inklusif, dan berkelanjutan di Manggarai Timur.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *