Wujudkan Kedaulatan Ekonomi dan Kelestarian Alam, Koperasi Spirit Soverdia Dukung Petani Porang Kelompok Kompas di Ruis

(Foto/Herymanto:Pendiri dan Sekertaris Pengurus Koperasi Spirit Soverdia)

Manggarai-Pena1-Ntt.com
-Koperasi Spirit Soverdia mempertegas komitmennya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga keutuhan ciptaan. Melalui skema pendampingan dan permodalan, koperasi ini secara khusus merangkul Kelompok Kompas di Desa Ruis, Kecamatan Reok, untuk mengoptimalkan budi daya tanaman porang sebagai pilar ekonomi baru masyarakat.

Dalam sebuah wawancara pada Sabtu (2/5), Sekretaris Pengurus Sekaligus Salah satu Pendiri Koperasi Spirit Soverdia, Herymanto, menyampaikan bahwa kehadiran Soverdia di tengah Kelompok Kompas bertujuan untuk menjawab kendala klasik petani, yakni akses modal, terutama untuk pengadaan bibit dan pembukaan lahan produktif.

Transformasi Ekonomi Melalui Pendampingan Teknis

​Dalam pelaksanaannya, Kelompok Kompas di Ruis mendapat pendampingan dari Ardianus Harum, pengusaha muda asal Reo yang juga merupakan anggota aktif koperasi.

Ardianus memberikan testimoni positif terkait dampak nyata kolaborasi antara semangat koperasi dan kerja keras petani di lapangan.

​”Kami telah melihat hasil yang nyata. Melalui pendampingan yang konsisten sejak 2-3 tahun lalu, petani di Kelompok Kompas mulai memahami bahwa porang adalah komoditas masa depan yang sangat menjanjikan,” ujar Ardianus Harum.

​Ia menambahkan bahwa peran Koperasi Soverdia sangat krusial dalam mengubah pola pikir masyarakat.

“Anggota kini tidak lagi membiarkan tanah mereka tidur. Lahan-lahan yang dulunya tidak produktif kini berubah menjadi hijau dan bernilai ekonomi tinggi. Ini bukan sekadar bertani, tapi membangun kemandirian ekonomi keluarga melalui pengelolaan tanah yang tepat,” imbuh Ardianus.

Filosofi Tiga Pilar: People, Profit, Planet

​Herymanto menekankan bahwa Koperasi Soverdia memiliki karakter yang berbeda karena membawa misi holistik:

1. ​People (Solidaritas Sesama): Membangun semangat gotong royong agar anggota saling menolong melalui kemandirian finansial.

2. ​Profit (Keberlanjutan Usaha): Mengelola pendapatan untuk memastikan operasional koperasi tetap sehat demi melayani anggota.

3. ​Planet (Keutuhan Alam Ciptaan): Mengajak anggota menyelamatkan bumi melalui pertanian berkelanjutan yang dimulai dengan tradisi spiritual, seperti Misa Ekologis.

​”Kita tidak hanya menghidupkan ekonomi, tetapi juga spiritualitas manusia dan alam itu sendiri. Jika kita tidak memiliki tanah atau tanah kita rusak, maka kita tidak bisa menanam apa-apa,” tegas Herymanto.

Peluang Pasar dan Dukungan Modal

​Herymanto optimistis terhadap prospek porang karena infrastruktur hilir di Flores sudah tersedia, seperti adanya pabrik pengolahan di Reo dan Ruteng. Hal ini didukung dengan akses pengiriman ke luar Pulau Flores yang terbuka lebar.

​Untuk mendukung percepatan budi daya ini, Koperasi Spirit Soverdia menawarkan kemudahan akses permodalan bagi petani melalui:

1. ​Skema Pinjaman: Pinjaman Usaha dan Pinjaman Musiman.

2. ​Peruntukan: Pengadaan bibit dan pengembangan lahan.

3. ​Bunga: Sangat kompetitif dan terjangkau sebesar 2%.

​Herymanto mengajak masyarakat Manggarai, khususnya yang memiliki lahan kosong, untuk bergabung menjadi anggota.

Dengan sinergi antara modal usaha dari koperasi dan pendampingan teknis seperti yang dilakukan Ardianus Harum, diharapkan ekonomi masyarakat Desa Ruis dan sekitarnya dapat terus bertumbuh secara mandiri.

Penulis: Bino Maot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *