Informasi ini diolah dari liputan Risky Priyanto Wetu Duru (Mahasiswa UNWIRA Kupang)
KUPANG, PENA1NTT.COM – Gereja Ebenhaezer Oeba, yang didirikan pada tahun 1923, merupakan landmark spiritual yang terletak di Jl. Ahmad Yani no. 38 Kupang.
Sejak awal berdirinya, gereja ini telah mengalami tiga kali renovasi signifikan sebagai respons terhadap kebutuhan akan sarana ibadah dan pembinaan yang memadai bagi jemaat yang terus bertambah.
Pertumbuhan jemaat Gereja Ebenhaezer Oeba sungguh luar biasa, melonjak dari 6.000 jiwa menjadi 10.000 jiwa saat ini. Lonjakan ini memicu dilakukannya pemugaran besar pada gedung kebaktian.
Gedung baru ini dirancang memiliki luas 1.460 m² dan mampu menampung 1.600 orang jemaat dalam setiap kebaktian.
Harmoni Arsitektur dan Visi Pembangunan
Arsitektur gedung Gereja Ebenhaezer Oeba sangat memperhatikan perpaduan antara aspek Theologis, Budaya, Arsitektur modern, klasik, dan tradisional.
Dengan mengadopsi bentuk bangunan tradisional di NTT yang umumnya berbentuk bulat dan persegi panjang, desain arsitekturnya dituangkan dalam bentuk setengah lingkaran dan persegi panjang.
Ide dan pembuatan arsitektur gedung ini disiapkan oleh Pdt. J.J.P Therik STh dan M.E.W Frans. Pelaksanaan pembangunan gedung, yang didasarkan pada SK Majelis Jemaat Ebenhaezer Oeba, ditangani oleh sebuah panitia yang diketuai oleh J.N Manafe.
Panitia ini telah bekerja keras dan menerima bantuan positif dari seluruh warga jemaat Ebenhaezer Oeba serta berbagai pihak lainnya.
Proses pembangunan dilaksanakan dalam beberapa tahap penting. Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 31 Oktober 1989.
Pembangunan tahap I selesai pada tahun 1991. Kemudian, pembangunan tahap II dimulai pada awal tahun 1993 dan berhasil diselesaikan pada November 1996.
Ekspansi Pelayanan dan Jemaat
Peningkatan jumlah jemaat telah mendorong upaya pendirian gereja-gereja baru sebagai pemekaran dari Ebenhaezer Oeba. Pada tahun 1957, berdirilah Gereja Pasir Panjang dengan 114 orang jemaat.
Tahun 1962 menjadi tahun kelahiran Gereja Kefas dengan 157 orang jemaat, dan juga Gereja Anugerah, yang lebih dikenal sebagai Jemaat Motorpol, dengan 50 orang jemaat.
Ekspansi berlanjut pada tahun 1965 dengan berdirinya Gereja Pniel Oebobo yang memiliki 153 orang jemaat, dan pada tahun 1970, Gereja Kelapa Lima berdiri dengan 75 jiwa.
Jadwal kebaktian utama di Jemaat Ebenhaezer Oeba juga menunjukkan pertumbuhan. Mulanya, kebaktian hanya diadakan sekali, kemudian ditingkatkan menjadi dua kali, yaitu pukul 07.00 pagi dan 09.00 pagi.
Memasuki tahun 1980, kebaktian ditingkatkan menjadi tiga kali, yakni pukul 07.00, 09.00, dan 18.00 petang.
Kini, wilayah pelayanan Gereja Ebenhaezer Oeba mencakup 32 wilayah. Unit pelayanan yang aktif beroperasi antara lain Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Kupang dengan 85 orang, dan juga Taman Kanak-Kanak. Gereja ini juga memiliki paduan suara seperti Ekklesia, Maranatha, Immanuel, dan Elim.














