MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM — Konflik internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Manggarai Barat kembali memanas. Kader PSI, Riki Morgan, menuding sikap Charles—salah satu pimpinan PSI Mabar—telah menyesatkan publik dan menunjukkan ketidakpahaman dalam berorganisasi di partai politik.
Dalam keterangan yang disampaikan pada Senin (8/12), Riki menanggapi pernyataan Charles saat konferensi pers pada Sabtu (6/12), yang dinilai menegasikan keberadaan kader-kader PSI yang selama ini aktif membesarkan partai.
Menurut Riki, para kader yang memprotes sikap Charles merupakan struktur kepengurusan resmi PSI yang telah didaftarkan ke Kesbangpol serta terlibat aktif dalam berbagai agenda politik partai.
“Kader-kader yang protes itu kan mereka yang telah diajak, aktif ber-PSI, dan sudah mengisi struktur kepengurusan di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa,” tegas Riki.
Ia menyebut pernyataan Charles yang menganggap para kader tersebut bukan bagian dari PSI sebagai tindakan yang tidak masuk akal.
“Aneh sekali. Orang diajak masuk PSI, diberi peran dalam struktur, ikut kegiatan partai, tapi kemudian dianggap bukan kader. Wajar kalau mereka mempertanyakan arah gerak PSI dan metode konsolidasi massa ke akar rumput,” tambahnya.
Riki menilai langkah Charles sebagai bentuk anomali dalam praktik demokrasi internal partai. Menurutnya, partai politik membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk menggerakkan mesin politik, bukan justru menyingkirkan mereka yang telah berkomitmen.
“Partai itu butuh banyak orang untuk menggerakkan mesin dan memenangkan hati rakyat. Bukan malah menendang keluar orang-orang yang sudah bersedia berjuang bersama PSI,” kritik Riki.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan Charles justru membuat PSI Manggarai Barat semakin mengecil dan kehilangan kekuatan politiknya.
“Charles lupa bahwa PSI di Mabar ini non-seat. Kita butuh kerja ekstra dan melibatkan banyak orang untuk meraih kursi. Bukan sebaliknya,” ujar Riki.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Charles belum memberikan tanggapan resmi atas kritik keras yang dilayangkan Riki Morgan. Konflik internal ini disebut sejumlah pihak dapat berdampak pada konsolidasi PSI menjelang agenda politik ke depan.














