Opini  

Membentuk Generasi Beriman dan Berkeadilan Lewat Pendidikan Agama Katolik

Penulis: Maximilianus Aril Plewan

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Pendidikan merupakan sarana yang paling utama untuk memberikan respons konstruktif terhadap permasalahan kehidupan sehari-hari agar kualitas kehidupan manusia semakin meningkat.

Menyadari akan pentingnya posisi strategis pendidikan sebagai sarana memajukan peradaban bangsa, Undang-undang Dasar 1945 mengamanatkan kepada pemerintah agar menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional.

Sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah telah menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional.

Menurut Undang-undang tersebut tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis, serta bertanggung jawab.

Salah satu cara untuk menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa serta mampu menjadi warga negara yang demokratis, yaitu melalui pendidikan agama, khususnya pendidikan agama Katolik yang menjadi bahan kajian penulisan ini.

Pendidikan agama Katolik memiliki peran yang amat penting khususnya di sekolah-sekolah Katolik. Melalui pendidikan agama setiap orang diupayakan agar mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat.

Menyadari bahwa perannya amat penting bagi kehidupan umat manusia, maka internalisasinya dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan, baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia serta peningkatan potensi spiritual.

Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan.

Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

Pendidikan Agama Katolik adalah
usaha yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperteguh iman dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran Gereja Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.

Dari pengalaman dapat dilihat bahwa apa yang diketahui (pengetahuan, ilmu) tidak selalu membuat hidup seseorang sukses dan bermutu.

Tetapi kemampuan, keuletan dan keterampilan seseorang untuk mencerna dan mengaplikasikan apa yang diketahui dalam hidup nyata, akan membuat hidupseseorang sukses dan bermutu.

Demikian pula dalam kehidupan beragama. Orang tidak akan beriman dan diselamatkan oleh apa yang ia ketahui tentang imannya, tetapi terlebih oleh pergumulannya, bagaimana ia menginterpretasikan dan mengaplikasikan pengetahuan imannya dalam hidup nyata sehari-hari.

Seseorang yang beriman sejati senantiasa berusaha untuk melihat, menyadari dan menghayati kehadiran Allah serta berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupannya.

Dengan demikian proses ini mengandung unsur pemahaman iman, pergumulan iman, penghayatan iman dalam hidup nyata. Proses semacam ini diharapkan semakin memperteguh dan mendewasakan iman peserta didik.

Dengan demikian prestasi akademis yang dicapai, bukan saja persoalan formalitas nilai yang diperoleh dari hasil belajar yang dinilai di atas kertas, melainkan lebih dari pada itu, yakni pendidikan agama Katolik di sekolah-sekolah Katolik mampu menerapkan cara pendidikan Katolik dalam kehidupan belajar dan mengajar antara para murid, guru, orang tua, Pastor dan kepala sekolah.

Dalam lingkungan yang saling menunjang, para guru membagikan ilmu dan mendidik mereka agar para pelajar menjadi semakin terdorong untuk mencapai prestasi sebaik-baiknya, sambil terus bertumbuh di dalam iman dan kecintaan mereka kepada Kristus dan Gereja Katolik.

Dengan demikian, pendidikan agama Katolik tidak hanya menjadi suatu formalitas namun dapat berguna dan membangun semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan Katolik di sekolah-sekolah Katolik serta diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Dionisius Upartus Agat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *