Misi Kemanusiaan PDIP: Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai Bantu Korban Gempa NTT

Manggarai-Pena1-Ntt.com — Kemanusiaan mendahului segala perbedaan. Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi berlabuh dan bersandar di Pelabuhan Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (4/9).

​Pelayaran melintasi samudra ini telah berlangsung sejak tahun 2023 dengan berkeliling wilayah Nusantara untuk merespons berbagai kejadian bencana alam, mulai dari wilayah Sumatra seperti Aceh, Sumatra Barat, hingga Sumatra Utara. Kini armada ini berlabuh di NTT dengan membawa misi utama: menghadirkan pelayanan medis serta bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores dan sekitarnya.

​Kehadiran RSA Laksamana Malahayati memperkuat kerja kemanusiaan di lapangan, di mana akses pelayanan ini akan dipandu secara terintegrasi oleh jajaran operational dari DPD, DPC, PAC, hingga Ranting sesuai dengan kebutuhan titik wilayah pelayanan di lapangan. Kedatangan pengurus DPP dan DPD juga turut didampingi oleh Wakil Ketua DPC Bidang Kaderisasi, Klementinus Rahmad P. Sakri.

Sambutan Hangat Melalui Adat dan Khidmat Kebangsaan

​Kedatangan armada kemanusiaan ini disambut secara khidmat dan penuh kekeluargaan oleh masyarakat setempat. Acara penerimaan dan penyerahan simbolis bantuan diawali dengan prosesi seremonial adat khas Manggarai, Kapu Tuak Curu, sebagai wujud penghormatan, penyambutan hangat, dan penerimaan tamu kehormatan secara adat.

​Suasana kebangsaan yang erat kian terasa saat seluruh peserta yang hadir—terdiri dari tokoh adat, pemerintah daerah, relawan, hingga warga setempat—bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum penyerahan bantuan dan pelayanan medis dimulai secara resmi.

Dukungan Logistik dan Aksesibilitas Wilayah Pesisir

​Kapal RSA Laksamana Malahayati tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan bergerak, tetapi juga menjadi pusat distribusi bantuan mendesak di wilayah krisis. Di dalam kapal ini, telah disiapkan secara lengkap obat-obatan operasional, peralatan medis darurat, serta tim tenaga kesehatan yang siap memberikan pelayanan medis langsung kepada warga.

​Selain itu, kapal juga mengangkut kebutuhan logistik darurat seperti tenda pengungsian, hingga pasokan kebutuhan dasar lainnya. Mengingat armada laut ini dirancang khusus untuk menembus titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat, kehadiran kapal ini memastikan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau terisolasi tetap mendapatkan pelayanan kesehatan serta bantuan darurat yang setara.

Apresiasi dan Rasa Syukur dari Warga

​Kehadiran kapal rumah sakit ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, terutama warga pesisir yang sempat mengalami kesulitan akses pengobatan pascabencana. Tokoh masyarakat Reok yang mewakili warga terdampak menyampaikan apresiasinya atas bantuan cepat yang sampai langsung ke wilayah mereka.

​”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan Kapal RS Apung Laksamana Malahayati. Setelah gempa, banyak warga kami di pelosok dan pesisir yang kesulitan berobat karena jalur darat rusak. Kehadiran kapal ini bersama tim medis dan bantuan logistiknya sungguh menjadi jawaban atas kerinduan serta pertolongan yang sangat kami butuhkan saat ini,” ungkapnya saat menyambut kedatangan kapal di Pelabuhan Kedindi.

Dukungan Penuh DPD PDI Perjuangan NTT

​Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT periode 2025–2030, Yunus Takandewa, menyampaikan sambutan hangatnya atas gerak cepat gotong royong DPP PDI Perjuangan yang tiba langsung di bumi Flobamora.

​”Atas nama seluruh jajaran partai dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang mendalam. Kehadiran RS Apung Laksamana Malahayati adalah manifestasi nyata dari kerja kerakyatan yang menyentuh langsung nadi kehidupan warga. DPD PDIP NTT beserta seluruh jajaran struktur partai di daerah siap mengawal penuh, bersinergi, dan memastikan setiap helai bantuan serta pelayanan medis ini sampai dengan tepat sasaran ke tangan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegas Yunus Takandewa.

Kemanusiaan di Atas Segala Perbedaan

​Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan yang juga Mantan Ketua Komisi IX DPR RI periode 2009–2014, dr. Ribka Tjiptaning, menegaskan bahwa kehadiran armada rumah sakit apung ini murni dilandasi oleh semangat kepedulian serta pengalaman panjang dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan rakyat.

​”Saat bencana terjadi, nilai kemanusiaan dan keselamatan rakyat harus menjadi yang paling utama. Kedatangan Kapal Laksamana Malahayati ini kami hadirkan langsung ke tengah warga terdampak tanpa membeda-bedakan suku, agama, status sosial, maupun pilihan politik. Seluruh tim medis dan logistik siap melayani warga sampai kondisi pulih,” tegas sosok pakar kebijakan kesehatan publik tersebut.

​Di akhir penyampaiannya, Ribka memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran kader, tim medis, dan relawan BAGUNA yang bertugas di lapangan.

​”Saya minta kepada seluruh tim medis dan kader yang bertugas untuk tetap menjaga kekompakan, kerja sama, dan soliditas internal. Salurkan setiap bantuan dengan senyuman dan ketulusan. Biarlah kerja keras kita ini menjadi murni misi kemanusiaan yang membawa manfaat nyata dan ketenangan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di NTT,” tutupnya.

Catatan Latar Belakang: Kronologi Peristiwa Bencana

​Sebagai informasi latar belakang, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah utara Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) lalu.

Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur permukiman warga serta melumpuhkan akses komunikasi dan jalur transportasi darat di beberapa titik. Tingginya frekuensi gempa susulan serta sulitnya medan geografis sempat mengisolasi sejumlah komunitas pesisir, sehingga membutuhkan intervensi darurat dan penanganan medis langsung dari jalur laut.

Penulis: Bino MaotEditor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *