MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Menjawab kesulitan warga pascagempa, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak di Kecamatan Borong, Selasa (25/8/2026).
Tarsisius tidak datang seorang diri. Ia membawa rombongan lintas sektor yang terdiri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), BPBD, Camat Borong, Badan Kesbangpol, Dinas Peternakan, hingga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO).
Kunjungan tersebut sekaligus membawa bantuan tanggap darurat berupa sembako, terpal, tenda, selimut, serta perlengkapan bayi yang dibutuhkan warga setelah gempa.
Bantuan disalurkan ke lima desa terdampak di Kecamatan Borong, yakni Desa Gurung Liwut, Golo Leda, Golo Lalong, Benteng Riwu, dan Waling.
Di tengah penyaluran bantuan, pertemuan langsung antara Wabup Tarsisius dan warga berlangsung dalam suasana haru. Ia menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat datang dan bertemu langsung dengan masyarakat di lima desa tersebut.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya baru bisa menyapa Bapak, Ibu, dan anak-anak sekalian hari ini. Langkah kami baru sampai di sini karena beberapa hari terakhir kami harus membagi tugas mengunjungi saudara-saudara kita di wilayah lain di Kabupaten Manggarai Timur yang juga mengalami musibah serupa,” ujar Tarsisius.
Perhatian Khusus untuk Anak-anak, Lansia dan Ibu Hamil
Dalam kunjungannya, perhatian Tarsisius juga tertuju kepada kelompok rentan, terutama ibu hamil, lansia, dan anak-anak.
Ia menyempatkan diri menyapa anak-anak yang masih berada dalam suasana trauma akibat gempa. Kepada para orang tua dan pemerintah desa, ia meminta agar kondisi fisik maupun psikologis anak-anak tidak diabaikan selama masa tanggap darurat.

“Tolong jagakan anak-anak kita dengan baik. Perhatikan gizi dan psikologis mereka di masa sulit ini. Mereka adalah benteng harapan kita, generasi penerus yang kelak akan membangkitkan kembali tanah Manggarai Timur ini,” pesannya.
Ia juga meminta para orang tua untuk terus mendampingi anak-anak, mengajak mereka beraktivitas dan menciptakan suasana yang membuat mereka tetap merasa aman serta terhibur.
Menurutnya, pendampingan keluarga menjadi penting agar anak-anak tidak terus-menerus berada dalam tekanan akibat situasi pascagempa.
Data Kerusakan Diminta Akurat
Di hadapan warga, Tarsisius juga meminta seluruh kepala desa dan perangkat desa bergerak cepat melakukan pendataan dampak gempa.
Pendataan, kata dia, harus dilakukan secara teliti, mulai dari rumah warga, tempat ibadah hingga fasilitas pemerintah yang mengalami kerusakan.
“Saya minta pendataan bangunan yang roboh mulai dari rumah warga, tempat ibadah, hingga fasilitas pemerintah dilakukan secara teliti. Perlakukan kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Ia menekankan agar bantuan pemerintah daerah disalurkan secara adil dan tidak ada warga terdampak yang terlewat.
“Saya tegaskan kepada seluruh pemerintah desa, salurkan bantuan dari pemerintah daerah ini dengan seadil-adilnya. Jangan ada yang terlewat, jangan ada yang merasa sendirian,” lanjutnya.
Tarsisius juga mengajak masyarakat mempertahankan semangat gotong royong dan saling membantu selama proses pemulihan. Menurutnya, kebersamaan warga menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi dampak bencana.
Di akhir arahannya, ia mengajak warga bersama-sama berdoa agar bencana yang melanda Flores segera berlalu.
“Mari kita bersama-sama berdoa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar bencana ini cepat berlalu dari tanah yang kita cintai ini,” ungkapnya.
Warga Apresiasi Kehadiran Pemerintah
Kehadiran pimpinan daerah bersama jajaran pemerintah mendapat apresiasi dari warga.
Hendrikus, salah seorang warga Desa Golo Leda, mengaku terharu melihat pemerintah daerah datang langsung menemui masyarakat terdampak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, khususnya Bapak Wakil Bupati dan rombongan yang begitu sigap memperhatikan keadaan kami. Bantuan sembako, tenda, dan selimut ini sangat berarti,” ujar Hendrikus.
Namun, menurutnya, bukan hanya bantuan material yang dirasakan penting oleh warga.
“Yang lebih menyentuh hati kami adalah kehadiran Bapak yang mau datang, mendengarkan, dan merangkul kami di saat kami sangat terpuruk,” lanjutnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap mendapat perhatian di tengah proses penanganan dan pemulihan pascagempa.
Di tengah rumah-rumah yang rusak dan kehidupan warga yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran pemerintah di lapangan menjadi pesan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal bantuan, tetapi juga tentang memastikan warga terdampak tidak merasa berjalan sendirian.













