JAKARTA, PENA1NTT.COM – Dalam semangat berjalan bersama sebagai Gereja sinodal, para uskup Indonesia kembali memperbaharui kepemimpinannya untuk masa bakti 2025–2028.
Jajaran funsionaris baru ditetapkan dalam Sidang Sinodal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang berlangsung pada Sabtu, 8 November hingga Kamis, 13 November 2025, di Gedung KWI, Jakarta.
Sidang Sinodal ini menjadi momentum penting bagi para uskup untuk meneguhkan arah baru pelayanan Gereja Katolik Indonesia.
Kepemimpinan Presidium KWI dan Kesinambungan Pelayanan
Pemilihan yang berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan dan semangat kekeluargaan ini sepakat mempercayakan kembali pelayanan sebagai Ketua KWI kepada Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.
Uskup Anton akan menjalankan tugas periode kedua kepemimpinan KWI bersama Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, Uskup Pangkalpinang, yang dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal.
Pemilihan ini menegaskan kesinambungan dan semangat kebersamaan para uskup Indonesia dalam melayani Gereja dan masyarakat.
Jajaran Presidium KWI periode 2025-2028 lainnya mencakup Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD sebagai Wakil Ketua I, Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Wakil Ketua II, dan Mgr. Yuwono Harjoprawiro, MSF sebagai Bendahara.
Sementara itu, posisi anggota presidium diisi oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap, dan Mgr. Hieronimus Pakaenoni.
Uskup Ruteng dan Uskup Labuan Bajo Pimpin Komisi Strategis
Selain pengurus presidium, Sidang Sinodal juga menetapkan jajaran ketua komisi yang baru, dengan menempatkan dua nama uskup dari Provinsi Gerejawi Ende (Flores) di posisi strategis.
Mgr. Siprianus Hormat (Uskup Ruteng) dipercaya sebagai Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantauan, sementara Mgr. Maksimus Regus (Uskup Labuan Bajo) mengemban tugas sebagai Ketua Komisi Kepemudaan.
Penempatan kedua uskup ini sebagai Ketua Komisi menunjukkan fokus KWI dalam isu-isu keadilan sosial-migrasi dan regenerasi gereja.
Komisi yang dipimpin oleh Uskup Ruteng (KKP-PMP) berfokus pada penghadiran wajah Gereja yang memperjuangkan keadilan dan perdamaian.
Tugas utamanya meliputi pencegahan praktik perdagangan manusia (Human Trafficking), mendampingi dan memfasilitasi perlindungan bagi buruh migran dan korban kekerasan, memberikan bantuan hukum bagi korban ketidakadilan, serta mendorong gerakan-gerakan ramah lingkungan sebagai perwujudan kepedulian Gereja terhadap alam semesta (Laudato Si’).
Sementara itu, Komisi yang dipimpin oleh Uskup Labuan Bajo (Komkep) bertugas membantu para Uskup dalam pendampingan Orang Muda Katolik (OMK).
Komisi ini memiliki tugas utama merancang program pastoral untuk kaderisasi dan pembinaan OMK agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang beriman dan tangguh, serta mendorong OMK agar senantiasa bersifat misioner dalam Gereja dan masyarakat.
Daftar Lengkap Ketua Komisi KWI Periode 2025-2028
Adapun susunan lengkap fungsionaris Ketua Komisi KWI periode 2025-2028 lainnya sebagai berikut:
Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan, Mgr. Robertus Rubiutmotoko sebagai Ketua Komisi Liturgi, Mgr. Yohanes Harun Yuwono sebagai Ketua Komisi Kerasulan Awam, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo sebagai Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos), Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX sebagai Ketua Komisi Seminari, Mgr. Paulina Yan Olla, MSF sebagai Ketua Komisi Keluarga, Mgr. Heronimus Hadisuparto Genahawan, O.Carm sebagai Ketua Komisi Teologi, Mgr. Victorius Dwiardi, OFM Cap sebagai Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA sebagai Ketua Komisi Karya Misioner, Mgr. Seno Ngutra sebagai Ketua Komisi Kateketik, Mgr. Fransiskus Tapahening sebagai Ketua Komisi Pendidikan, dan Mgr. Valentinus Saeng, CP sebagai Ketua Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan.
Susunan fungsionaris baru ini diharapkan dapat membawa semangat sinodalitas dan pelayanan yang lebih intensif di tengah Gereja Katolik Indonesia selama masa bakti 2025–2028.
















