MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Kreativitas umat dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di Paroki St. Wilhelmus Ngkor, Keuskupan Ruteng, Kabupaten Manggarai patut mendapat apresiasi.
Melalui gelaran turnamen sepak bola amal edisi pertama yang berlangsung pada 8 Mei – 14 Juni, panitia pelaksana berhasil menghimpun dana sebesar Rp53.675.300.
Akumulasi perolehan tersebut bersumber dari tiga pos pendapatan utama, yakni uang pendaftaran dari 31 klub peserta, sumbangan sukarela perorangan, serta dukungan finansial dari sponsor utama Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.
Keberhasilan penggalangan dana yang fantastis ini diumumkan secara transparan dalam rapat evaluasi panitia yang berlangsung di Aula Paroki Ngkor, Minggu (21/06/2026).
Ketua Panitia Pelaksana, Hubertus Gamput, dalam laporan resminya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh komponen yang terlibat.
Menurutnya, donasi yang terkumpul merupakan buah dari kerja keras, sportivitas tim yang bertanding, serta kemurahan hati para donatur dan penonton yang memadati lapangan setiap pertandingan.
“Seluruh dana yang terkumpul didonasikan untuk membiayai pembangunan fondasi dapur, pengadaan perlengkapan gereja, serta pemenuhan fasilitas di rumah Pastoran Paroki Ngkor,” ujar Hubertus, yang juga merupakan tokoh adat setempat.
Hubertus juga menambahkan bahwa transparansi pengelolaan dana akan tetap menjadi prioritas panitia agar amanah dari para donatur benar-benar tersalurkan tepat sasaran.

Menyambut capaian positif tersebut, Pastor Paroki Ngkor, RD. Louis Jawa, dalam pandangan teologis dan pastoralnya, memberikan apresiasi kepada jajaran panitia dan seluruh umat.
Menurutnya, melampaui kompetisi, turnamen ini menjadim manifestasi nyata dari teologi kontekstual di mana olahraga bertransformasi menjadi sarana pemersatu umat.
“Turnamen ini memberikan pembuktian bahwa masyarakat Lao Ngkor merupakan entitas umat yang baik, jauh dari perilaku kekerasan, dan berkomitmen pada perdamaian. Stabilitas keamanan yang terjaga selama satu bulan penuh jalannya kompetisi menjadi indikator objektif atas misi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, RD. Louis menekankan bahwa keterlibatan aktif 31 klub dan komponen masyarakat membuktikan adanya kesadaran kolektif yang tinggi terhadap pengembangan institusi gereja.
“Keberhasilan panitia dalam mengelola kegiatan secara aman, tertib, dan transparan merupakan bentuk implementasi manajemen pelayanan yang akuntabel. Prestasi ini mesti dipertahankan,” tambahnya.
Lebih lanjut, RD. Louis berharap nilai-nilai sportivitas, solidaritas, dan kohesi sosial yang telah terbangun selama lebih dari satu bulan ini tidak berhenti pasca-turnamen.
Pihak paroki berkomitmen untuk terus merawat iklim kerja sama ini guna menyukseskan program-program pemberdayaan umat dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Paroki St. Wilhelmus Ngkor.













