MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) Kabupaten Manggarai menyatakan komitmen penuh untuk mengawal dan menyukseskan pelaksanaan Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Ruteng.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC Forkoma PMKRI Kabupaten Manggarai, Aloysius Selama, Sabtu (23/05/2026).
Langkah strategis ini diwujudkan melalui konsolidasi internal yang masif serta penguatan jaringan lintas sektor guna memastikan perhelatan akbar berskala nasional tersebut berjalan optimal.
Mantan Ketua PMKRI Cabang Ende itu mengungkapkan, sebagai bagian dari langkah taktis awal, Forkoma PMKRI Manggarai telah menginisiasi Retret Alumni yang dipusatkan di Kota Ruteng baru-baru ini.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang refleksi spiritual berbasis Ajaran Sosial Gereja (ASG), tetapi juga bertransformasi menjadi ruang taktis untuk mematangkan kesiapan teknis dan akomodasi menjelang kedatangan ribuan kader Katolik dari seluruh penjuru nusantara.
Aloysius menegaskan bahwa penunjukan PMKRI Cabang Ruteng Santu Agustinus sebagai tuan rumah kongres merupakan momentum historis yang harus dijawab dengan kesiapan yang sangat matang.
“Ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi panggung pembuktian bahwa Ruteng mampu menjadi pusat konvergensi gagasan nasional. Kolaborasi lintas sektor — mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh agama, hingga komponen masyarakat sipil — menjadi kunci utama,” ujar Aloysius.
Menyadari besar jangkauan wilayah dan potensi sebaran kader, Aloysius membeberkan bahwa Forkoma PMKRI Manggarai saat ini tengah masif melakukan pemetaan alumni.
Langkah strategis ini diikuti dengan agenda kunjungan langsung ke seluruh kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Manggarai.
“Konsolidasi hingga ke tingkat bawah ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali jejaring alumni yang menduduki berbagai pos strategis di pedesaan, mulai dari birokrasi, sektor penggerak ekonomi, pertanian, hingga tokoh pendidik,” tambahnya.
Melalui pemetaan ini, Aloysius ingin memastikan bahwa gaung dan kontribusi suksesnya Kongres PMKRI 2026 tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten (Ruteng), tetapi juga didorong oleh energi kolektif alumni di tingkat kecamatan hingga desa.
Lebih lanjut, Aloysius menyatakan bahwa dukungan penuh Forkoma ini juga mengalir kuat ke DPC PMKRI Cabang Ruteng dan kepanitiaan yang telah terbentuk.
Ia menilai sinergi antara energi kader aktif dan pengalaman para alumni di wilayah kecamatan akan menjadi mesin penggerak utama suksesnya acara.
Selain aspek seremonial dan persidangan, Aloysius secara khusus menyoroti pentingnya dampak multiplikasi dari kongres ini terhadap sektor ekonomi lokal.
Kehadiran delegasi dari berbagai provinsi diproyeksikan akan menggerakkan roda ekonomi hilir di Manggarai, seperti akomodasi, transportasi, hingga sektor UMKM dan ekonomi kreatif lokal.
Ia juga berkomitmen untuk menjaga agar pelaksanaan kongres ini tetap berjalan di atas koridor independen, transparan, dan akuntabel.
Sebagai wadah bagi para alumni yang kini tersebar di berbagai sektor strategis, Forkoma akan mengambil peran sebagai jembatan komunikasi politik dan logistik, tanpa mereduksi daya kritis kader aktif PMKRI di forum MPA nanti.
“Forkoma hadir untuk menopang jalur logistik, komunikasi, dan jaringan, namun kami garansi tidak akan mengintervensi independensi forum MPA. Marwah intelektualitas dan daya kritis adik-adik kader aktif harus tetap terjaga utuh demi melahirkan kepemimpinan nasional PMKRI yang berkualitas,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi yang solid, Forkoma optimis pelaksanaan Kongres 2026 di Kota Ruteng tidak hanya akan melahirkan rekomendasi strategis bagi masa depan bangsa dan Gereja, tetapi juga meninggalkan legacy positif bagi pembangunan di Kabupaten Manggarai.













