Opini oleh Maria Agustina Lastri (Mahasiswi STIPAS St. Sirilus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Dalam praktik pendidikan dari dulu sampai saat ini keberhasilan peserta didik sering kali diukur melalui pencapaian nilai akademik.
Siswa yang memiliki nilai tinggi sering kali dianggap sebagai suatu kecerdasan dan bahkan sebagai jaminan yang memiliki masa depan yang cerah.
Tidak jarang, sekolah dan orang tua menjadikan angka-angka dalam rapor sebagai tujuan utama dalam belajar.
Hal ini mengakibatkan pendidikan cendrung terjebak dalam orientasi hasil semata, sehingga dalam mendidik karakter seseorang kurang mendapat perhatian yang memadai dan sering kali terabaikan.
Namun pada dasarnya hakikat pendidikan bukan hanya mencerdaskan kehidupan manusia secara intelektual, tetapi juga membentuk pribadi seseorang menjadi pribadi yang lebih bermoral, tanggung jawab, dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat.
Seseorang yang unggul dalam akademik belum tentu memiliki sikap jujur, empati, atau tanggung jawab.
Banyak realitas sekarang menunjukkan bahwa kecerdasan yang dimiliki seseorang dan tanpa karakter justru dapat menimbulkan penyalahgunaan pengetahuan, seperti korupsi, manipulasi, atau tindakan tidak etis lainya.
Nilai akademik memang memiliki peran penting sebagai indikator kemampuan berpikir, memahami, dan menganalis. Tetapi nilai tidak selalu mencerminkan kualitas kepribadian seseorang.
Seseorang siswa yang memperoleh nilai yang sangat tinggi bisa saja melalui banyak tekanan, persaingan tidak sehat, dan bahkan mendapatkan nilai tinggi tersebut dengan cara yang tidak jujur.
Jika proses pendidikan hanya berfokus pada angka maka yang terbentuk dalam diri seseorang itu maka yang terbentuk yaitu individu yang mengejar hasil tanpa memperhatikan proses dan nilai moral.
Sebaliknya, pendidikan karakter sangat berperan dalam membentuk sikap dan perilaku yang menjadi landasan utama dalam hidup seseorang.
Seseorang yang memiliki sikap jujur, disiplin, kerja keras, toleransi dan memiliki sikap empati atau kepedulian yang tinggi merupakan bekal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Karakter yang baik memungkinkan seseorang menggunakan pengetahuan yang dimilikinya secara bijaksana dan baik. Oleh karena itu pendidikan karakter seharusnya menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan.
Pendidikan karakter tidak hanya berlansung di sekolah tetapi harus ada kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat supaya terciptanya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral.
Agar tujuan tersebut dapat terwujud perlu adanya perubahan masyarakat dalam memandang keberhasilan pendidikan. Keberhasilan sering kali direduksi menjadi capaian angka dan peringkat.
Padahal pendidiikan adalah proses memanusiakan manusia. Implementasikan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dalam pelajaran berlansung ataupun diluar ruangan.
Selain itu sistem evaluasi pendidikan juga seharusnya juga tidak hanya berfokus pada hasil ujian tertulis tetapi juga penilaian terhadap sikap, kerja sama, dan tanggung jawab juga harus serata dengan dengan nilai kecerdasan.
Dengan demikian siswa tidak hanya termotivasi untuk mendapatkan nilai tinggi tetapi juga terdorong untuk mengembangkan kepribadian yang baik karena pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlansungan hidup bermasyarakat.
Dalam konteks pembanguna bangsa karakter menjadi modal sosial yang sangat berharga. Karna menuju bangsa yang maju bukan hanya ditopang oleh sumber daya manusia yang cerdas tetapi juga oleh warga negara yang memiliki integritas, semangat gotong royong, dan tanggung jawab terhadap kepentingan bersama karena pendidikan karakter ini memiliki kualitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara oleh sebab itu, keseimbangan antara pendidikan akademik dan pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam dunia pendidikan.
Tujuanya yaitu agar mampu melahirkan manusia yang utuh cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara moral sehingga mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langka kehidupan.
Dengan demikian, pendidikan karakter jelas lebih penting daripada sekadar pencapaian nilai akademik.
Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang tidak hanya mencetak individu tang pintar, tetapi juga untuk membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif.
Pada akhirnya, keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari seberapa nilai tinggi yang diraih, tetapi dari seberapa besar kontribusi positif yang dapat diberikan kepada sesama dan lingkungan













