MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manggarai memperkuat sinergi dengan pengusaha hotel guna memacu realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini difokuskan pada optimalisasi penggunaan Tapping Box, sebuah perangkat teknologi untuk merekam transaksi secara transparan.
Kepala Bapenda Manggarai, Kanis Nasak, menegaskan bahwa penerapan mesin EDC dan Tapping Box merupakan instrumen penting untuk menutup celah manipulasi data omzet.
Ia menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan untuk memastikan pajak daerah sebesar 10% yang dititipkan konsumen melalui pelaku usaha benar-benar masuk ke kas daerah.
“Penggunaan teknologi ini adalah bentuk transparansi. Kita ingin memastikan laporan pajak yang masuk ke daerah selaras dengan fakta di lapangan,” ujar Kaban Kanis usai melaksanakan rapat koordinasi bersama para pengusaha hotel, Rabu (06/05/2026).
Lanjut dijelaskan Kaban Kanis, selain aspek teknologi, Bapenda kini memperketat sinkronisasi data dengan mewajibkan pengusaha menyetorkan NPWP.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan konsistensi laporan pajak yang diserahkan ke pemerintah daerah dengan data yang dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ruteng.
“Langkah preventif ini diambil untuk menghindari adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akibat ketidaksesuaian data atau praktik pencatatan manual yang masih dilakukan sebagian pengusaha,” tambahnya.
Inisiatif pemerintah ini mendapat dukungan dari para pelaku industri perhotelan, salah satunya Angelin, perwakilan dari Revayah Hotel.
Angelin menilai koordinasi intensif yang digagas Pemerintah sangat membantu para pengusaha agar melek informasi dan taat aturan.
“Ini langkah yang bagus, langkah yang memang aman dan tepat sasaran untuk mengingatkan kami sebagai wajib pajak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, koordinasi ini juga membantu pengusaha untuk tetap patuh pada regulasi dan menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
“Ini langkah tepat sasaran untuk mengingatkan wajib pajak. Selama kita akuntabel dan tidak lalai dalam kewajiban, penggunaan teknologi justru memudahkan untuk memberikan pertanggungjawaban yang valid,” pungkas Angelin.
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama, tim Bapenda dijadwalkan turun ke lapangan mulai Sabtu (09/05/2026) untuk mengecek implementasi Tapping Box di setiap unit usaha.
Monitoring ini bertujuan mengidentifikasi kendala teknis yang dihadapi pengusaha sekaligus memastikan sistem pencatatan manual mulai ditinggalkan demi akurasi data perpajakan daerah.













