(Foto istimewa/Bino Maot:Giat Kelompok Tani KOMPAS Desa Ruis, saat memanen Porang)
Manggarai-Pena1-Ntt.com
–Di tengah transformasi ekonomi hijau global, sektor pertanian Indonesia kini menatap babak baru melalui optimalisasi tanaman Porang.
Ardianus Harum, pengusaha muda visioner yang fokus pada pemberdayaan komoditas lokal, secara konsisten mendorong agar pengolahan Porang tidak hanya dilihat sebagai tren sesaat, melainkan sebagai investasi strategis jangka panjang bagi kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.
Industrialisasi: Kunci Stabilitas dan Nilai Tambah
Menurut Ardianus, keberadaan pabrik pengolahan Porang di dalam negeri adalah pilar utama dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat. Dukungan terhadap infrastruktur industri ini membawa dampak positif yang signifikan, antara lain:
1. Kepastian Penyerapan Hasil Panen: Pabrik berfungsi sebagai penyangga yang menjaga harga tetap stabil di tingkat petani.
2. Peningkatan Nilai Jual: Mengubah umbi mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti tepung glukomanan atau produk jadi, sehingga devisa negara meningkat melalui ekspor produk olahan.
3. Kemandirian Ekonomi: Mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor bahan mentah dan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional.

Multiplier Effect bagi Masyarakat dan Lingkungan
Pengembangan industri Porang yang terintegrasi diyakini akan membawa dampak domino positif yang luas:
1. Pertumbuhan Ekonomi Perdesaan: Pembukaan lapangan kerja baru di sektor pengolahan dan logistik.
2. Edukasi Pertanian Modern: Mendorong petani untuk mengadopsi teknologi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
3. Ketahanan Pangan: Diversifikasi pangan berbasis Porang sebagai alternatif karbohidrat sehat ya
Pesan Anda telah terkirim
ng rendah kalori dan tinggi serat.

Pesan Positif: Menanam Harapan, Menuai Kesejahteraan
Dalam pernyataannya, Ardianus Harum menekankan pentingnya sinergi antara semangat muda, teknologi, dan keberpihakan pada petani.
”Porang adalah ‘emas baru’ tersembunyi milik Indonesia. Namun, keberhasilan sesungguhnya bukan hanya terletak pada luas lahan, melainkan pada sejauh mana kita mampu mengolahnya menjadi produk kebanggaan bangsa.
Mari kita jadikan Porang sebagai simbol kemandirian ekonomi, di mana inovasi anak muda bertemu dengan ketekunan para petani kita.”











