MANGGARAI, PENA1NTT.COM – SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng secara resmi memberlakukan kebijakan pembebasan biaya pendidikan dan pemberian beasiswa bagi para siswanya.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menciptakan generasi berkarakter unggul yang mampu bersaing di kancah nasional tanpa terhambat kendala finansial.
Informasi tersebut disampaikan saat momen pengumuman kelulusan siswa tahun ajaran 2025/2026 yang berlangsung pada Senin (04/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah menegaskan komitmen untuk memberikan apresiasi bagi siswa berprestasi serta jaminan sosial bagi siswa yang membutuhkan bantuan khusus.

Keringanan Biaya Bagi Anak Yatim dan Piatu
Kepala Sekolah SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng, Fransiskus Rodriques Rusman, menjelaskan secara rinci mengenai kebijakan pemotongan biaya pendidikan tersebut.
Ia menekankan pentingnya kehadiran sekolah bagi siswa yang mengalami kesulitan ekonomi akibat kehilangan orang tua.
“Sekolah memberikan kebijakan pemotongan uang sekolah sebesar Rp600.000 bagi peserta didik yang yatim atau piatu. Sedangkan bagi peserta didik yang yatim-piatu, pemotongan biaya yang diberikan lebih besar, yakni mencapai Rp1.500.000,” ujar Fransiskus.
Ia menambahkan, sekolah juga bertindak proaktif dalam mengupayakan bantuan dari pemerintah berupa akomodasi untuk beasiswa bagi para peserta didik.
“Selain pemotongan biaya dari pihak sekolah, kami memprioritaskan anak yatim atau piatu untuk mendapatkan akses beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Kami ingin memastikan mereka tetap bisa fokus belajar tanpa beban biaya,” tegasnya.

Tradisi Juara dan Eksistensi di Kancah Nasional
SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng diketahui telah menasbihkan diri sebagai salah satu sekolah dengan tradisi juara yang kental di wilayah Manggarai.
Reputasi ini dibangun melalui dedikasi berkelanjutan dalam mengasah potensi siswa di berbagai lini, mulai dari olimpiade sains, debat, hingga pengembangan minat dan bakat seni serta olahraga.
Eksistensi sekolah ini tidak hanya menggema di tingkat daerah, namun juga diperhitungkan di level nasional.
Konsistensi dalam meraih medali dan penghargaan menjadi bukti nyata bahwa sekolah ini memiliki ekosistem pendidikan yang kompetitif.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi siswa dalam bidang akademik maupun non-akademik, sekolah dan yayasan menetapkan skema pembebasan biaya pendidikan bagi peraih kejuaraan di tingkat nasional.
Siswa yang berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional akan mendapatkan pembebasan biaya pendidikan selama 3 tahun penuh. Sementara itu, untuk peraih Juara 2 diberikan keringanan selama 2 tahun, dan peraih Juara 3 mendapatkan pembebasan biaya selama 1 tahun.
“Kami ingin prestasi yang diraih siswa tidak hanya berhenti pada piagam atau piala, tetapi memberikan dampak langsung pada keberlanjutan studi mereka. Skema ini adalah bentuk investasi sekolah untuk menghargai keringat dan kerja keras para juara yang telah membawa nama baik lembaga di kancah nasional,” pungkas Fransiskus.

Dukungan Penuh Yayasan Nuca Lale
Sejalan dengan visi sekolah, Stef Keboro yang mewakili Yayasan Nuca Lale menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil manajemen sekolah.
Yayasan berkomitmen untuk terus memacu daya saing siswa hingga ke level tertinggi melalui skema apresiasi beasiswa prestasi.
“Yayasan dan sekolah membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang meraih kejuaraan nasional. Skemanya adalah pembebasan biaya pendidikan selama tiga tahun bagi juara satu, dua tahun untuk juara dua, dan satu tahun untuk juara tiga,” kata Stef.
Lanjut dijelaskan Stef, pemberian beasiswa ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras siswa yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah di kancah nasional.
“Kami ingin prestasi tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masa depan pendidikan siswa tersebut,” tambahnya.

Dengan banyaknya gelar juara yang diraih dari level daerah hingga nasional, sekolah ini kian memperkokoh reputasinya sebagai pencetak generasi berkarakter unggul.
Melalui sinergi antara kebijakan inklusif dari yayasan dan sekolah, SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng terus berupaya menjadi ekosistem pendidikan yang ideal untuk menempa integritas dan intelektual siswa di wilayah Manggarai.













