Berita  

PDIP Gelar MUSANCAB dan Pelantikan PAC Di Matim, Yunus Takandewa Tegaskan: Kader Wajib Hadir di Pelosok, Tempat Masalah Rakyat Berakar

PDIP Gelar MUSANCAB dan Pelantikan PAC Di Matim, Yunus Takandewa Tegaskan: Kader Wajib Hadir di Pelosok, Tempat Masalah Rakyat Berakar(PENA1NTT/Ril Minggu)

PENA1NTT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Timur menggelar kegiatan Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) yang dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus Partai tingkat kecamatan (PAC) periode 2026–2031, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Somascan, Jawang – Borong, mulai pukul 15.00 WITA tersebut juga diisi dengan agenda pendidikan politik sebagai upaya penguatan kapasitas kader di tingkat akar rumput.

Sejumlah tokoh penting partai turut hadir, di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi dan Keanggotaan Andreas Hugo Pareira, Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur Yunus H. Takandewa, jajaran pengurus DPC PDIP Manggarai Timur, anggota DPRD, perwakilan partai politik, serta unsur Bawaslu, KPU, organisasi kemasyarakatan, dan insan pers.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus H. Takandewa, menegaskan bahwa karakter utama PDI Perjuangan adalah sebagai partai yang berpihak pada rakyat kecil dan hadir nyata di tengah masyarakat.

“Watak dari Partai PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik, dan tidak semata-mata dalam anggaran dasar rumah tangga, tidak hanya dalam lagu, menyatu dalam mars PDI Perjuangan, tetapi kontekstual menghadirkan kepemimpinan ke akar rumput. Ini adalah watak kita, kita tidak bisa hindari karena kita bukan partai elitis, partai yang duduk di menara kenyamanan dan lupa pada kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap PDI Perjuangan yang kembali meraih kemenangan dalam pemilu legislatif 2024 di tengah dinamika politik yang kompleks.

“Kita bersyukur rakyat mempercayai PDI Perjuangan sebagai pemenang di legislatif tahun 2024 kemarin. Ini sungguh luar biasa di tengah hiruk pikuk yang kita ketahui bersama. Jadi kalau hari ini lengkap dengan kepengurusan kecamatannya, arahan ketua umum untuk mengelola partai sebagai partai modern, ketua DPC itu adalah ‘bupatinya’ partai. Jadi kalau ketua DPC tidak punya ‘camat’, itu bukan partai wong cilik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yunus menegaskan pentingnya struktur partai hingga ke tingkat paling bawah sebagai instrumen utama dalam menyerap aspirasi rakyat.

“Bagi kader PDI Perjuangan yang menganggap struktur partai adalah beban, sebaiknya jangan ada di dalam PDI Perjuangan. Karena representasi kepemimpinan rakyat di akar rumputlah kita bisa mendeteksi problem-problem rakyat. Problem rakyat ada di pelosok-pelosok, di tempat-tempat yang sulit. Sejak Ibu Ketua Umum membawa PDIP sejauh ini bukan dalam keadaan baik-baik saja, banyak nyawa dan pengorbanan. Sehingga setelah ini tugas kita adalah melengkapi struktur ranting dan anak ranting,” tutupnya.

Melalui kegiatan MUSANCAB ini, DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur organisasi partai hingga ke tingkat kecamatan dan desa, sekaligus memastikan kader memiliki kapasitas politik yang mumpuni dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *