MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Menjelang puncak perayaan Paskah tahun 2026, Paroki Santo Fransiskus Assisi Karot, Keuskupan Ruteng, Kabupaten Manggarai telah mematangkan persiapan teknis maupun spiritual bagi ribuan umatnya.
Fokus perhatian pekan paling sakral dalam kalender liturgi Katolik kini tertuju pada rangkaian Tri Hari Suci yang menjadi inti sari perenungan iman akan pengorbanan Yesus Kristus.
Rangkaian sakral ini dibuka dengan Kamis Putih. Misa ini tidak hanya menjadi simbol perjamuan terakhir, namun juga penegasan tentang pelayanan melalui tradisi pembasuhan kaki.
Selanjutnya, nuansa berbeda akan terasa pada Jumat Agung. Pemilihan Natas Labar sebagai titik awal memberikan sentuhan inkulturasi yang kuat. Di sini nilai-nilai tradisi Manggarai bertemu dengan refleksi iman.
Setelah renungan, umat akan melakukan perarakan atau jalan salib menuju Gereja Paroki, sebelum menutup hari dengan Ibadat Penghormatan Salib pada sore hari.
Fajar kemenangan dari segala penantian adalah Sabtu Suci atau Malam Vigili Paskah. Upacara cahaya ini menandai takluknya maut.
Api Paskah akan menyala di tengah kegelapan, melambangkan kebangkitan Kristus yang menghalau kegelapan dosa.
Kemeriahan ini mencapai perayaan agung pada Hari Raya Minggu Paskah. Minggu Paskah berdiri sebagai sendi utama iman Kristiani yang membawa pesan harapan baru bagi dunia.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni rutin, namun manifestasi syukur atas kedaulatan kehidupan yang kekal.
Momen Paskah Kedua turut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk tetap memelihara sukacita dalam suasana persaudaraan yang khidmat dan kondusif.
Adapun jadwal lengkap liturgi di Paroki Santo Fransiskus Assisi Karot adalah sebagai berikut:
- Kamis Putih (02 April 2026): Pkl. 18.00 WITA.
- Jumat Agung (03 April 2026):
-
- Pkl. 06.00 WITA: Renungan Sengsara di Natas Labar & Perarakan Jalan Salib.
- Pkl. 15.00 WITA: Ibadat Penghormatan Salib.
- Sabtu Suci/Vigili Paskah (04 April 2026): Pkl. 18.00 WITA.
- Minggu Paskah (05 April 2026): Pkl. 08.00 WITA.
- Paskah Kedua (06 April 2026): Pkl. 08.00 WITA.
Ajakan dan Pesan Gembala
Pastor Paroki Santo Fransiskus Assisi Karot, Pater Bonivantura Y. Lelo, OFM, dalam keterangannya mengajak seluruh umat untuk tidak sekadar hadir secara fisik, namun benar-benar meresapi setiap prosesi.
Secara khusus, imam yang akrab disapa Pater Bovan ini mengundang umat untuk terlibat aktif dalam prosesi Jalan Salib pada Jumat pagi.
“Mari kita jadikan perarakan dari Natas Labar menuju gereja ini sebagai perjalanan batin. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk ikut memanggul salib kehidupan bersama Kristus, memperkuat solidaritas, dan mempererat tali persaudaraan sebagai satu keluarga paroki,” ungkap Pater Bovan.
Demi menjamin kelancaran dan kekhusyukan seluruh rangkaian perayaan, semua umat diminta untuk ikut menjaga ketertiban umum.
Pater Bovan memberikan perhatian khusus pada ibadat “Jumat Hening” saat prosesi Jalan Salib berlangsung.
Ia meminta seluruh umat maupun masyarakat untuk menghentikan sejenak segala bentuk aktivitas atau kegaduhan.
Kesadaran untuk menciptakan keheningan ini menjadi bentuk penghormatan nyata atas sengsara dan wafat Yesus Kristus.
“Saya berharap momen Jumat Hening ini menjadi waktu bagi kita semua untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk duniawi, menghormati kesakralan jalan salib, dan membiarkan hati kita dibasuh oleh kasih pengorbanan Kristus yang begitu besar,” pungkasnya.
Melalui persiapan yang matang dan koordinasi yang berjalan, seluruh rangkaian perayaan Paskah di Paroki Karot diharapkan berlangsung aman serta membawa dampak spiritual yang mendalam.
Kebersamaan dalam menjaga suasana khidmat ini menjadi cermin kekuatan iman sekaligus keharmonisan umat di wilayah Keuskupan Ruteng seluruhnya.













