MANGGARAI, PENA1NTT.COM – PAUD Santa Angela Ruteng melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan sembako dan pakaian kepada anak-anak di Panti Asuhan Kasih, Lempe, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting sekolah dalam membentuk karakter anak usia dini melalui praktik berbagi serta peduli terhadap sesama.
Internalisasi Nilai Melalui Aksi Nyata
Momen penyerahan bantuan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran nyata bagi para siswa.
Selama kegiatan, guru dan anak-anak PAUD Santa Angela Ruteng berbaur dengan penghuni panti melalui berbagai aktivitas, seperti belajar bersama, bermain, hingga menikmati makanan ringan dalam suasana penuh kebersamaan.
Perwakilan guru PAUD Santa Angela Ruteng, Yanti Grasia, menjelaskan kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program sekolah yang disusun sejak awal tahun ajaran.
Nilai kepedulian merupakan semangat utama sekolah sesuai yel-yel: “Santa Angela Cerdas, Mandiri, Peduli.”
“Kegiatan ini merupakan salah satu program yang sudah kami rencanakan sejak awal tahun ajaran. Kami ingin menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak, terutama tentang pentingnya saling berbagi dan peduli terhadap sesama,” ujar Yanti.
Alumni Unika Santu Palus Ruteng ini menambahkan, seluruh bantuan berasal dari partisipasi sukarela orang tua murid.
Yanti mengaku terharu melihat semangat orang tua memberikan dukungan penuh tanpa paksaan, bahkan jumlah bantuan yang diberikan melebihi ekspektasi sekolah.
“Kami menyampaikan kepada orang tua bahwa akan ada kegiatan Peduli Kasih di Panti Asuhan Kasih. Kami juga mencantumkan jenis bantuan yang akan dibawa. Orang tua sangat antusias, bahkan banyak yang memberikan lebih dari yang kami harapkan,” ungkap Yanti
Interaksi hangat terlihat saat anak-anak dari kedua pihak bermain bersama dengan antusias. Yanti berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional panti asuhan.
“Kami berharap apa yang kami berikan hari ini, walaupun tidak seberapa, dapat membantu kebutuhan anak-anak panti. Kami juga berharap mereka tetap semangat belajar dan rajin berdoa,” tambahnya.
Dampak Positif dan Kemandirian Panti
Pengelola Panti Asuhan Kasih, Meri Baso, menyatakan rasa syukur serta haru atas kunjungan ini, terlebih dalam suasana menjelang perayaan Paskah.
“Saya sangat bahagia. Kunjungan seperti ini tidak mudah, apalagi membawa anak-anak kecil. Ini luar biasa. Anak-anak sudah diajarkan untuk berbagi kasih sejak usia dini, terlebih dalam suasana menjelang perayaan Paskah,” ujar Meri
Kehadiran anak-anak usia dini yang diajarkan berbagi kasih memberikan dampak psikologis positif bagi para penghuni panti.
Anak-anak panti yang sebelumnya cenderung minder kini lebih berani dan antusias karena merasa diperhatikan masyarakat luas.
“Kunjungan seperti ini sangat menghibur mereka. Anak-anak merasa bahagia karena didatangi dan diperhatikan. Dulu mereka sering minder, tetapi sekarang mereka lebih berani dan antusias,” katanya.
Panti Asuhan Kasih saat ini mengasuh 54 anak dengan rentang usia dari bayi 0 bulan hingga remaja 17 tahun.
Para penghuni memiliki latar belakang beragam, seperti anak yatim piatu, korban perpisahan orang tua, hingga anak yang ditinggalkan tanpa asal-usul jelas.
Meski dalam keterbatasan, panti ini sukses mengantarkan beberapa anak asuh hingga jenjang perguruan tinggi di bidang keperawatan, kebidanan, pariwisata, manajemen, serta akuntansi.
Demi menopang kebutuhan operasional harian karena belum memiliki donatur tetap, pengelola menjalankan berbagai usaha mandiri secara gigih.
Usaha tersebut meliputi berkebun, beternak, berjualan sayur, hingga jasa penyewaan sound system, terop, dan pemasangan instalasi listrik.
Meri berharap ke depan semakin banyak pihak tergerak memberikan perhatian serta kasih sayang kepada anak-anak di panti tersebut.
“Kami sangat membutuhkan orang-orang baik yang mau datang dan berbagi kasih dengan anak-anak di sini, karena mereka sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” pungkasnya.













