Camat Reok Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Putra Wilibrodus Janggang: “Kami Hadir dan Merasakan Duka yang Sama”

Camat Reok Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Putra Wilibrodus Janggang: “Kami Hadir dan Merasakan Duka yang Sama”

MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Duka mendalam menyelimuti keluarga Wilibrodus Janggang di Desa Ruis, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, setelah putranya meninggal dunia di tengah situasi bencana gempa yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Kabar duka itu tidak hanya menyisakan kesedihan bagi keluarga. Pemerintah Kecamatan Reok turut menyampaikan belasungkawa dan menyatakan kehadirannya untuk mendampingi keluarga yang sedang berduka.

Camat Reok, Rita Udin, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian putra Wilibrodus Janggang.

“Secara pribadi, atas nama keluarga, dan mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Reok, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kehilangan seorang anak adalah ujian terberat bagi orang tua,” ujar Rita.

Menurutnya, tidak ada kata-kata yang cukup untuk menghapus kesedihan keluarga atas kehilangan tersebut. Karena itu, ia berharap keluarga tidak merasa menghadapi masa sulit itu seorang diri.

“Doa dan simpati kami sepenuhnya menyertai keluarga di masa-masa sulit ini,” katanya.

Rita mengatakan, dirinya bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Reok akan hadir langsung di rumah duka di Desa Ruis untuk melayat sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga.

Bagi pemerintah kecamatan, kata dia, kehadiran di tengah warga tidak hanya diperlukan ketika masyarakat menghadapi persoalan administrasi atau pembangunan. Dalam situasi duka dan bencana seperti saat ini, pemerintah juga perlu berada bersama masyarakat.

“Kami hadir dan merasakan duka yang sama. Pemerintah dan masyarakat adalah satu keluarga. Karena itu, ketika ada warga yang mengalami musibah, kami harus hadir,” ujar Rita.

Ia juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan terindah di sisi-Nya. Untuk Bapak Wilibrodus beserta seluruh keluarga besar, semoga senantiasa diberikan keikhlasan, kekuatan, dan ketenangan hati,” katanya.

Rita menegaskan, keluarga Wilibrodus tidak sendirian menghadapi situasi tersebut. Ia berharap masyarakat sekitar ikut memberikan dukungan dan penghiburan kepada keluarga.

“Bapak dan keluarga tidak berjalan sendirian. Seluruh masyarakat dan pemerintah daerah berada di samping keluarga untuk saling menguatkan,” tambahnya.

Kepergian putra Wilibrodus Janggang menambah panjang catatan duka masyarakat di tengah situasi pascagempa yang masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Flores.

Di tengah kondisi tersebut, dukungan sosial dan kehadiran pemerintah menjadi penting, terutama bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.

Pemerintah Kecamatan Reok berharap keluarga Wilibrodus diberikan keteguhan hati dan kekuatan untuk melewati masa duka tersebut.

Penulis: Dion Damba Editor: Tim Editor Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *