MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Di tengah cobaan bencana gempa bumi yang melanda kawasan Flores provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), aksi kepedulian sosial yang mendalam ditunjukkan oleh umat Paroki St. Stefanus Iteng, Keuskupan Ruteng.
Meski wilayah mereka sendiri turut merasakan dampak dari musibah, hal tersebut tidak menyurutkan niat dan semangat solidaritas umat untuk mengulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan.
Umat Paroki St. Stefanus Iteng berhasil mengumpulkan serta menyumbangkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 2 ton 250 kg untuk para penyintas bencana gempa.
Bantuan ini diserahkan secara langsung kepada pihak Caritas Keuskupan Ruteng sebagai lembaga resmi penyalur bantuan kemanusiaan keanggotaan gereja.
Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Pastor Paroki, Pastor Rekan, pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), serta perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) pada Kamis (27/08/2026).
Pastor Paroki St. Stefanus Iteng, Romo Alo Gambur, menyampaikan bahwa gerakan solidaritas ini tumbuh dari rasa persaudaraan yang mendalam di antara sesama korban bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Romo Alo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh umat Paroki yang telah menyisihkan rezeki mereka secara tulus di tengah situasi sulit dan keterbatasan yang juga dirasakan bersama.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa aksi belarasa ini menjadi bentuk nyata dari iman yang hidup, di mana kepedulian gereja hadir secara riil untuk meringankan beban penderitaan sesama yang sedang tertimpa musibah.
“Meski paroki kita juga ikut merasakan dampak dari musibah ini, bantuan yang diberikan merupakan wujud ketulusan serta komitmen seluruh umat untuk saling menopang di saat-saat sulit,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Rikar Ohar selaku Ketua OMK Paroki St. Stefanus Iteng, menegaskan peran aktif generasi muda dalam menggerakkan aksi kemanusiaan ini.
Rikar menjelaskan bahwa Orang Muda Katolik terlibat aktif sejak awal gerakan ini dimulai, yaitu dengan menggalang serta mengumpulkan bantuan dari tingkat basis hingga mengawal proses penyerahan donasinya secara langsung.
“Sebagai kaum muda, kami tergerak untuk turun tangan langsung dan menjadi jembatan kebaikan bagi sesama. Duka mereka adalah duka kita bersama, dan kami berharap bantuan ini dapat memberikan kehangatan serta menguatkan semangat para penyintas di tempat pengungsian,” ujar Rikar.
Aksi sosial ini diharapkan dapat membantu menopang kebutuhan dasar para penyintas gempa serta memberikan suntikan semangat agar masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dan bangkit dari masa-masa sulit pascabencana.













