LABUAN BAJO, PENA1NTT.COM — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya menyisakan cerita tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, sebuah momen usai pemungutan suara justru memperlihatkan pesan lain: bagaimana rivalitas politik di tingkat desa dapat berakhir dalam suasana damai.
Salah satu Calon Kepala Desa Gorontalo yang belum terpilih, Petra Jalesi, mendatangi sekretariat pemenangan calon terpilih, Ibrahim Ndung, S.Pd., pada Selasa malam, 30 September 2026.
Momen tersebut terekam dalam dua video amatir warga yang diterima redaksi PENA1NTT.COM pada Selasa (30/9/2026) sekitar pukul 20.42 WITA.
Dalam video, terlihat kegiatan syukuran kemenangan Ibrahim Ndung berlangsung di sebuah bangunan semi permanen beratap seng. Dinding bangunan berwarna hijau dan sebuah spanduk ucapan selamat atas kemenangan Ibrahim Ndung, S.Pd., sebagai Kepala Desa Gorontalo periode 2026-2034 terpampang di lokasi.
Puluhan warga terlihat hadir. Mereka terdiri dari warga, tim pemenangan serta sejumlah tokoh masyarakat. Suasana berlangsung tenang saat sambutan disampaikan.
Pada video lainnya, Petra Jalesi tampak datang ke lokasi dan menyalami sejumlah warga serta pendukung Ibrahim Ndung.
Momen kemudian menjadi perhatian ketika Petra berpelukan dengan salah seorang pendukung calon terpilih. Keduanya terlihat berpelukan cukup lama di hadapan warga yang hadir.
Tidak terlihat ketegangan dalam pertemuan tersebut. Sebaliknya, interaksi antara Petra Jalesi dan warga pendukung Ibrahim Ndung berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Pesan Damai Setelah Kompetisi
Kedatangan Petra Jalesi ke sekretariat pemenangan calon terpilih menjadi simbol bahwa kompetisi dalam Pilkades tidak harus berlanjut menjadi perpecahan di tengah masyarakat.
Seorang warga Gorontalo yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengatakan, sikap Petra menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi hasil Pilkades.
“Pak Petra menunjukkan jiwa besar. Kalah menang dalam Pilkades itu biasa. Yang luar biasa adalah ketika yang kalah mau datang dan memeluk yang menang,” ujarnya.
Menurutnya, sikap tersebut penting karena Pilkades berlangsung di lingkungan masyarakat yang hubungan sosialnya tetap harus berjalan setelah proses pemilihan selesai.
“Ini contoh untuk desa-desa lain di Manggarai Barat,” lanjutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, PENA1NTT.COM belum memperoleh pernyataan resmi dari Ibrahim Ndung, S.Pd., maupun Petra Jalesi mengenai pertemuan tersebut.
Namun, momen yang terekam dalam video memperlihatkan keduanya dan para pendukung berada dalam suasana yang kondusif setelah seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Setelah Pilkades, Tantangan Baru Dimulai
Pilkades pada akhirnya bukan hanya tentang memenangkan pemungutan suara. Setelah hasil ditetapkan, kepala desa terpilih menghadapi tanggung jawab yang lebih besar untuk memimpin seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang dukungan politik.
Ibrahim Ndung, S.Pd., sebagai calon terpilih Desa Gorontalo periode 2026-2034, kini memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya berada di barisan calon lain.
Sementara itu, sikap Petra Jalesi yang datang dan bersalaman dengan warga di sekretariat pemenangan lawannya menunjukkan bahwa kompetisi politik di tingkat desa dapat ditutup dengan rekonsiliasi dan hubungan sosial yang tetap terjaga.
Pilkades boleh menghasilkan pemenang dan pihak yang belum terpilih. Namun setelah proses demokrasi selesai, masyarakat tetap menjadi satu kesatuan yang harus hidup dan membangun desa bersama.
Di titik itulah, sportivitas pasca-Pilkades menjadi bagian penting dari demokrasi di tingkat akar rumput.













