MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Komunitas Pendidikan St. Klaus Kuwu memperbaharui komitmennya untuk mencetak generasi peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat.
Komitmen ini ditegaskan dalam perayaan Pesta Family (PESFAM) yang digelar di lapangan terbuka Kompleks St. Klaus Kuwu pada Jumat (25/09/2026).
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan untuk memperingati hari jadi SMP St. Klaus yang ke-43 dan SMA St. Klaus yang ke-37, sekaligus pesta perlindungan lembaga pendidikan tersebut.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh komunitas sekolah, jajaran karyawan dan karyawati, serta para pembina asrama SMP-SMA St. Klaus Kuwu.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PESFAM kali ini dikemas secara lebih sederhana dan mendalam melalui perayaan liturgi, pertandingan bola voli, serta makan bersama sebagai satu keluarga besar.
Mengusung tema Komunitas St. Klaus Kuwu Berjalan Bersama Dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara Dan Misioner, kegiatan ini menjadi wujud komitmen dari Sinode IV Keuskupan Ruteng.
Tema tersebut mengingatkan seluruh elemen di lingkungan St. Klaus Kuwu adalah satu keluarga yang berjalan bersama, meskipun memiliki keberagaman profesi dan peran.
Pesan Refleksi dan Apresiasi Penjasa
RD. Urbans Gara dalam khotbahnya saat perayaan liturgi menekankan pertambahan usia lembaga sebagai sebuah anugerah dan rahmat dalam menjalani kehidupan.
Ia mengingatkan seluruh komunitas akan penyertaan Ilahi dalam perjalanan sekolah yang telah dilewati.
“Allah membuat sesuatu indah pada waktunya meskipun tidak dipahami oleh manusia,” tuturnya

Senada dengan makna syukur tersebut, Ketua Panitia, Robertus Darso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendampingi para siswa.
Menurutnya, ilmu, tenaga, dan kompetensi yang diberikan para guru menjadi kunci utama dalam membentuk peserta didik yang unggul.
“Apapun yang menjadi pencapaian kita selama beberapa tahun yang telah berlalu dan yang akan segera kita hadapi, semuanya merupakan hasil dari kerja sama di antara kita untuk menciptakan peserta didik yang cerdas dan berintegritas,” ujar Robertus.
Empati untuk Korban Bencana
Sementara itu, Ketua Unit, RD. Sirilius San, mengingatkan seluruh komponen sekolah terus mempererat kerja sama demi menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis.
RD. Sirilius berpesan agar seluruh komunitas konsisten membina generasi muda yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga berkarakter baik.
“Hari ini kita merayakan pesta family dengan suasana yang berbeda, tapi kita semua adalah satu keluarga,” ungkapnya.
Di tengah momentum perayaan ini, RD. Sirilius juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi bermagnitudo 7,7 M yang terjadi.
Ia menilai peristiwa tersebut meninggalkan luka dan trauma mendalam, sehingga mengajak seluruh komunitas untuk saling bergandengan tangan dalam proses pemulihan.
“Marilah kita saling bergandengan tangan dan berjalan bersama untuk memulihkan keadaan ini sambil memperhatikan informasi dari Pemerintah dan otoritas terkait,” imbaunya.
Rangkaian perayaan ditutup dengan penegasan tentang pentingnya sinergi yang berkesinambungan di antara seluruh elemen sekolah demi menghadirkan atmosfer pendidikan yang harmonis.
Melalui semangat kebersamaan dan komitmen untuk saling menjaga, St. Klaus Kuwu bertekad untuk terus berjalan seiring dalam menuntun para siswa menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam berpijak pada nilai-nilai karakter dan integritas.













