MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Ikatan Keluarga Rego Ruteng (IKRAR) menggelar kegiatan Bina Akrab di Golo Cador, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.
Mengusung tema “Merajut Persaudaraan, Memperkuat Solidaritas, dan Meneguhkan Kebersamaan”, kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang pembentukan karakter anggota, pembangunan kemandirian, serta penguatan solidaritas organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Organisasi IKRAR, Edmundus Putra, menegaskan bahwa kegiatan Bina Akrab ini tidak dirancang sekadar untuk memenuhi agenda rutin atau formalitas organisasi.
Ia menjelaskan, di balik pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat nilai mendasar yang jauh lebih besar, yakni menyadarkan seluruh anggota bahwa mereka adalah bagian dari satu keluarga besar.
“Melalui Bina Akrab ini, kami ingin seluruh anggota menyadari kembali identitas dasarnya. Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk merawat ikatan emosional serta menegaskan bahwa IKRAR adalah rumah bersama,” jelasnya.
Putra menekankan bahwa sebuah organisasi, khususnya yang berbasis kekeluargaan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi individu yang memiliki latar belakang atau kepentingan yang sama.
Menurutnya, wadah ini harus mampu menjadi ruang untuk membangun relasi, belajar menghargai perbedaan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat semangat kebersamaan.
“Dalam organisasi keluarga seperti IKRAR, nilai-nilai ini sangat krusial karena hubungan yang kita bangun bukan sebatas hubungan organisatoris, tetapi hubungan persaudaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina IKRAR sekaligus Dosen Unika St. Paulus Ruteng, Esty Gabur, menyampaikan bahwa nilai persaudaraan sejati tumbuh dari kemauan untuk saling mengenal, menghargai, serta hadir di saat sesama membutuhkan.
“Bina Akrab ini menjadi ruang untuk mempertemukan hati, membangun komunikasi, serta menciptakan rasa memiliki terhadap organisasi,” kata Esty.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan ini juga diarahkan pada pembentukan karakter anggota, mulai dari kerja sama, kepedulian, kedisiplinan, hingga rasa tanggung jawab yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
Esty menggarisbawahi bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada kebersamaan.
Perbedaan pendapat maupun kendala dalam organisasi hendaknya dijadikan sarana untuk belajar dan memperkuat komunikasi.
“Organisasi bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemimpin dan siapa yang dipimpin, tetapi tentang bagaimana seluruh anggota berjalan bersama, saling menopang saat ada yang lemah, serta saling menguatkan saat menghadapi kesulitan,” tutur Esty.
Melalui momentum Bina Akrab ini, seluruh pengurus dan anggota diharapkan dapat membawa nilai persaudaraan serta kemandirian dalam menjalankan aktivitas di tengah kehidupan bermasyarakat.













