Opini oleh Apriana Ehok (Mahasiswi UNIKA Santu Paulus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang maju dan berdaya saing.
Di era digital saat ini, dunia pendidikan menghadapi kompleksitas tantangan yang menuntut adaptasi secara cepat dan terarah.
Kendati demikian, transformasi digital sering kali disalahartikan sebagai sekadar digitalisasi perangkat kelas tanpa mengubah substansi pembelajaran yang esensial.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa kesenjangan mutu pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masih menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan.
Sarana prasarana yang tidak memadai, keterbatasan akses internet, serta kompetensi tenaga pendidik yang belum merata menjadi hambatan utama dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila.
“Investasi di bidang pendidikan bukan tentang seberapa besar anggaran yang dihabiskan, melainkan seberapa besar nilai yang dihasilkan untuk membentuk manusia Indonesia yangberkarakter.”
Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memfokuskan strategi pada peningkatan kualitas guru sebagai garda terdepan.
Guru bukan lagi sekadar penyampai materi pelajaran, melainkan fasilitator ulung yang membimbing peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.
Implementasi Kurikulum Merdeka yang berjalan saat ini memberikan ruang fleksibilitas yang luas, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan mental serta pedagogis para pendidik di satuan pendidikan.
Selain aspek tenaga pengajar, ekosistem sekolah perlu didukung oleh keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat.
Sinergi antara rumah dan sekolah akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi
perkembangan psikologis dan intelektual anak.
Dengan menerapkan kalimat efektif dan berpedoman pada kaidah EBI yang tepat dalam setiap modul pembelajaran, literasi nasional diharapkan mampu meningkat secara signifikan.
Sebagai penutup, reformasi pendidikan memerlukan komitmen jangka panjang yang konsisten dan terukur.
Mari kita bersama-sama mengawal transformasi ini agar tidak kehilangan arah, demi melahirkan generasi emas Indonesia yang cerdas, bermoral, dan siap menghadapi tantangan global.













