YOGYAKARTA, PENA1NTT.COM — Seniman Mpu Agung Suhartanto membukukan prestasi tingkat dunia usai menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).
Inovasi teknik tekstil tersebut dianugerahkan bersamaan dengan pembukaan pameran tunggal batiknya bertajuk MENEROKA: Perjalanan Elemen Nusantara di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Sabtu (26/9/2026).
LEPRID mencatatkan rekor dunia tersebut kepada Mpu Agung Suhartanto sebagai Pencipta Teknik Tutup Celup untuk Membentuk Dimensi Ruang atau Dimensi Ketiga dalam Karya Batik Dua Dimensi Pertama di Dunia.
Inovasi Batik Dimensi Ruang
Dalam merespons tantangan eksistensi batik di era modern, Mpu Agung menghadirkan terobosan dengan meluruhkan batasan-batasan konvensional pembuatan batik tanpa menghilangkan esensi utamanya.
Melalui eksperimen teknik tutup-celup, ia berhasil menciptakan efek dimensi ruang visual pada medium kain dua dimensi.
“Karya seni batik Indonesia adalah seni yang tertinggi dan diakui dunia. Namun, eksistensinya kerap dipertanyakan. Di sini saya mencoba menjawab tantangan tersebut dengan mengembalikan esensi batik melalui teknik tutup-celup,” ujar Mpu Agung.
Ia menjelaskan bahwa karya-karya ini menggabungkan ragam motif klasik dari berbagai daerah di Tanah Air—mulai dari Kalimantan hingga Papua—yang dipadukan dengan eksplorasi dimensi visual.
Diungkapkan olehnya, proses pembentukan dimensi ruang pada kain batik memerlukan ketelitian tinggi dalam mengolah gradasi warna dan peletakan malam.
Efek kedalaman visual tersebut lahir dari perhitungan presisi lapisan penutupan dan pencelupan, sehingga tercipta ilusi ruang tanpa mengikis identitas dasar kain batik.
“Saya memasukkan isen-isen dan motif jarik ke dalam karya seni rupa ini. Ada pesan mendalam di setiap ornamennya. Saya ingin menunjukkan bahwa batik bukan hanya tradisi kuno, tetapi medium seni rupa yang fleksibel, dinamis, dan relevan bagi generasi muda,” tambahnya.
Apresiasi dari inspirasi Seniman Nasional
Trofi dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka.
Paulus menegaskan bahwa inovasi teknik yang ditunjukkan Mpu Agung menjadi bukti nyata bagaimana kekayaan tradisi dapat terus berkembang dan bersaing di kancah internasional.
Menurutnya, pencatatan rekor ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi perkembangan ekosistem seni nasional.
“Kreativitas dan konsistensi para seniman dalam menggali kekayaan lokal serta mengangkatnya ke ruang publik merupakan bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat identitas budaya bangsa di mata dunia,” kata Paulus.
Paulus menambahkan bahwa LEPRID melakukan verifikasi ketat sebelum menetapkan pencapaian tersebut.
Pihaknya menilai temuan teknik ini memiliki nilai kebaruan (novelty) yang kuat dalam seni tekstil global, sekaligus membuktikan bahwa karya seniman lokal sanggup menjadi pelopor di tingkat dunia.
“Rekor dunia ini diharapkan dapat menginspirasi para seniman dan generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, menggali kekayaan budaya daerah, serta membawa elemen-elemen Nusantara ke panggung yang lebih luas,” tegasnya.
Rekam Perjalanan 100 Karya Nusantara
Pameran MENEROKA menampilkan 100 karya batik pilihan hasil perjalanan artistik Agung Suhartanto sepanjang rentang tahun 2016 hingga 2020.
Seluruh karya tersebut mendokumentasikan penjelajahannya terhadap keberagaman alam, kehidupan masyarakat, hingga tradisi budaya di berbagai pelosok Indonesia.
Melalui eksperimen dimensi ruang ini, pameran MENEROKA mempertegas posisi batik sebagai medium seni rupa modern yang terus hidup dan kaya akan makna filosofis.













