Muluskan Syarat PLN, Kampung Diwuk dan Lompa Ditargetkan Teraliri Listrik pada 2027

Manggarai Timur-Pena1-Ntt.com – Harapan masyarakat Kampung Diwuk dan Lompa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menikmati layanan listrik dari PT PLN (Persero) semakin terbuka. Manajemen PLN berencana mengusulkan perluasan jaringan listrik ke kedua wilayah tersebut dalam pagu anggaran tahun 2027, meskipun realisasinya masih bergantung pada ketersediaan anggaran dan pemenuhan persyaratan teknis.

Informasi tersebut disampaikan Kanisius Darmin, salah seorang warga yang turut memperjuangkan akses listrik bagi masyarakat setempat. Menurut dia, hasil pertemuan dengan pihak PLN menunjukkan adanya kemauan untuk mengusulkan pembangunan jaringan listrik bagi Kampung Diwuk dan Lompa pada tahun anggaran mendatang.

“Dari hasil pertemuan kemarin itu, ada kemauan dari pihak PLN agar nanti diusulkan dalam pagu anggaran tahun 2027,” ujar Kanisius Darmin dalam keterangannya yang diterima awak media, Kamis (22/10/2026).

Meski demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap pengusulan anggaran. Karena itu, masyarakat berharap proses perencanaan dan penganggaran dapat berjalan lancar sehingga perluasan jaringan listrik tidak kembali tertunda.
Selain persoalan anggaran, PLN juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan akses infrastruktur menuju lokasi pembangunan.

Kondisi jalan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mempermudah mobilisasi peralatan dan material jaringan listrik ke wilayah yang dituju.
Kanisius mengatakan, pihak PLN meminta agar aspirasi mengenai perbaikan akses jalan turut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui anggota DPRD setempat, Mikael Nardi.

“Mereka juga minta melalui Pak Nardi agar disampaikan kepada Pemda Manggarai Timur untuk memperhatikan akses infrastruktur ke Kampung Diwuk sehingga distribusi peralatan PLN nantinya bisa lebih mudah saat pembangunan,” katanya.

Dari empat persyaratan utama yang menjadi perhatian dalam rencana perluasan jaringan listrik tersebut, masyarakat menyebut tiga di antaranya telah terpenuhi. Persyaratan itu meliputi kepastian status wilayah permukiman yang tidak berada di kawasan hutan lindung, ketersediaan akses jalan untuk mendukung mobilisasi material, serta kesediaan warga memberikan izin apabila tanaman perkebunan mereka harus dilalui atau terdampak pembangunan tiang dan kabel listrik.

Dengan terpenuhinya ketiga aspek tersebut, ketersediaan dan kecukupan alokasi anggaran PLN kini menjadi salah satu faktor penentu yang paling dinantikan masyarakat.

Kesiapan masyarakat untuk mendukung pembangunan jaringan listrik juga diperkuat oleh keterlibatan para tokoh masyarakat atau yang dikenal dengan sebutan Ase Kae. Dukungan tersebut datang dari berbagai unsur masyarakat Kampung Diwuk, di antaranya Siprianus Aci selaku Ketua RT Diwuk, Petrus Kanisius Darmin, Belasius Nobos, Matius Hadu, Donatus Jamon, Natanael Hebon, Frans Jeno, dan Frans Jeramat, serta para tokoh masyarakat Kampung Lompa.

Dukungan warga tersebut menjadi modal sosial penting dalam proses perluasan jaringan listrik. Kesediaan masyarakat untuk mendukung pembangunan, termasuk memberikan ruang bagi pemasangan infrastruktur jaringan, diharapkan dapat membantu mengurangi kendala di tingkat lapangan ketika proyek mulai direalisasikan.

Perjuangan masyarakat Diwuk dan Lompa juga mendapat dukungan dari anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Mikael Nardi. Ia turut mengawal aspirasi warga agar kebutuhan listrik di kedua kampung tersebut mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan dan penganggaran PLN.

Keterlibatan wakil rakyat diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan PLN. Perbaikan akses jalan serta kepastian dukungan anggaran menjadi dua hal yang perlu berjalan beriringan agar rencana pembangunan jaringan listrik dapat dilaksanakan secara efektif.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga diterima oleh pihak PLN atas nama Reza Eka Putra. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dasar sekaligus mendorong percepatan pemerataan akses energi di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Bagi masyarakat Kampung Diwuk dan Lompa, hadirnya listrik bukan sekadar persoalan penerangan pada malam hari. Akses energi juga diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan, meningkatkan produktivitas ekonomi rumah tangga, memperluas akses informasi, serta membuka peluang pengembangan usaha masyarakat.

Meski target pengusulan telah mengarah pada tahun anggaran 2027, masyarakat masih menantikan kepastian tahapan berikutnya, mulai dari penetapan alokasi anggaran hingga jadwal pelaksanaan pembangunan. Realisasi perluasan jaringan listrik akan sangat bergantung pada keputusan penganggaran, kesiapan infrastruktur pendukung, dan koordinasi seluruh pihak terkait.

Masyarakat berharap komitmen yang telah disampaikan dalam pertemuan dengan PLN dapat ditindaklanjuti secara konkret. Dengan dukungan warga, pemerintah daerah, DPRD, dan PLN, harapan agar Kampung Diwuk dan Lompa segera menikmati layanan listrik diharapkan semakin mendekati kenyataan.

Penulis: Bino MaotEditor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *