MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM – Kampanye Calon Kepala Desa Macang Tanggar Nomor Urut 5, Nanang Kasim, di kawasan Translok, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (24/9/2026) sore, dipadati massa pendukung.
Pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak sekitar pukul 14.00 WITA. Jalan utama kawasan Translok terlihat ramai oleh warga yang datang dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bak terbuka.
Sejumlah pendukung juga terlihat mengacungkan lima jari sembari meneriakkan yel-yel dukungan kepada Nanang Kasim yang akrab disapa Kaka Ron.
Dalam kampanye tersebut, Nanang Kasim menyampaikan visi dan misi yang menjadi tawarannya untuk memimpin Desa Macang Tanggar periode 2026–2034.
Visi yang diusungnya adalah “Membangun Desa Macang Tanggar, Jujur, Adil dan Sejahtera.”
Visi tersebut dijabarkan dalam empat misi utama, yakni:
1. Mewujudkan pemerintahan yang jujur serta meningkatkan pelayanan dan keterbukaan informasi;
2. Mengutamakan musyawarah dalam pembangunan desa;
3. Meningkatkan kehidupan yang harmonis, toleransi, serta saling menghormati dalam kehidupan berbudaya dan beragama;
4. Meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur desa, meliputi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Nanang mengatakan kawasan Translok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Desa Macang Tanggar. Karena itu, menurut dia, pembangunan di wilayah tersebut harus mendapat perhatian yang sama.
“Translok adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Macang Tanggar. Selama ini Translok sering tertinggal dalam pembangunan. Sesuai misi keempat saya, jika saya dipercaya, infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi di Translok akan menjadi prioritas utama,” kata Nanang dalam orasinya.
Ia juga menyoroti kebutuhan dasar warga, khususnya akses jalan dan air bersih.
“Air bersih dan jalan yang layak adalah hak warga Translok,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Nanang menyampaikan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan desa secara transparan dan mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.
“Tidak ada keputusan sepihak. Semua pembangunan harus melalui musyawarah bersama warga, termasuk warga Translok,” ujarnya.
Dukungan terhadap Nanang juga disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Translok yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurutnya, sebagian warga Translok menginginkan pemimpin yang dinilai mau melihat langsung kondisi masyarakat dan terbuka terhadap kebutuhan warga.
“Kami di Translok sudah sepakat. Kami butuh pemimpin yang jujur dan mau turun langsung melihat kondisi kami. Sosok itu ada pada Kaka Nanang Kasim. Kami siap coblos nomor 5,” katanya.
Kampanye kemudian ditutup dengan yel-yel dukungan dari massa yang hadir.
“Translok Sejahtera, Kaka Ron Nomor Lima!” teriak massa sembari mengacungkan lima jari.
Ramainya massa dalam kampanye tersebut menunjukkan antusiasme pendukung Nanang Kasim di kawasan Translok. Namun, dukungan yang terlihat dalam kampanye belum dapat dijadikan ukuran pasti hasil Pilkades Macang Tanggar, karena penentuan kepala desa tetap bergantung pada suara pemilih dalam pemungutan suara.













