Opini oleh Maria Helena Mahus (Mahasiswi UNIKA Santu Paulus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun peradapan bangsa yang maju dan berkarakter.
Diera digital saat ini, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan pesat dalam dunia pendidikan.
Penggunaan platfrom digital, pembelajaran daring,dan akses informsi yang melimpah menjadi bagian intergral dari proses belajar-mengajar.
Namun, transformasi ini menyisakan tantangan besar yang harus disikapi secara bijak oleh seluruh pemangku kepentingan.
Salah satu tantangan utama dalam digitalisasi pendidikan adalah ketimpanan akses teknologi.
Di berbagai daerah terpencil keterbatasan infrastruktur seperti jaringan internet dan perangkat digital masih menjadi penghambat utama.
Kondisi ini berpotensi memperlebar jurang pemisah kualitas pendidik antara wilayah perkotaan dan pendesaan.
Oleh karna itu,pemerintah dan pihak terkait peluru memperioritaskan pemerataan infrastruktur digital agar setiap peserta didik memiliki kesempatan belajar yang setara.
Selain masalah infrastruktur,peningkatan interaksi digital bagi guru dan siswa juga menjadi hal yang sangat krusial.
Teknologi hanyalah sebua alat; efektivitas pengunaannya sangat bergantung pada kemampuan manusia yang mengoperasikanya.
Guru tidak hanya dituntut mampu mengoperasikan perankat digital,tetapi juga harus kreatif dalam merancang metode pemelajaran yang interaktif dan menarik.
Di sisi lain, siswa perlu dibekali pemahaman tentang etika bermedia digital agar mampu menyaring informasi secara keritis dan terhindar dari dampak negatif dunia maya.













