JAKARTA, PENA1NTT.COM — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) periode 2026–2028 tengah mematangkan kehadiran platform digital terpadu bernama PMKRI Center.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat tata kelola, efisiensi komunikasi, publikasi, pelayanan kader, hingga modernisasi sistem keanggotaan secara nasional.
Proyek strategis tersebut dipimpin oleh Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI periode 2026–2028, Jelsius Nong Osko Mada.
Jelsius memiliki rekam jejak yang matang di bidang pengelolaan organisasi dan teknologi. Mantan Ketua PMKRI Cabang Bogor periode ini juga pernah menjabat sebagai Presidium Riset dan Teknologi PMKRI Cabang Bogor selama dua periode.
Empat Fitur Utama Aplikasi
Aplikasi PMKRI Center mengusung empat fitur inti untuk menunjang aktivitas kader:
1. Feed: Media sosial internal yang menjadi ruang interaksi bagi kader untuk membagikan publikasi serta memperluas jejaring pertemanan antarkader se-Indonesia dalam satu platform.
2. Berita: Pusat informasi resmi organisasi tempat Super Admin menyiarkan berita kegiatan, pengumuman, hasil kajian, hingga isu-isu strategis agar dokumen organisasi terintegrasi dan mudah diakses.
3. Penjualan: Layanan komersial internal untuk mengelola distribusi dan pembelian produk organisasi—seperti buku, baret, gordon, jas, dan atribut lainnya—secara tertata dan transparan.
4. E-KTA (Kartu Tanda Anggota Elektronik): Identitas digital dan verifikasi keanggotaan resmi yang dikembangkan sebagai bentuk tindak lanjut amanat Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) di Samarinda.
Menurut Jelsius, keberadaan empat fitur utama ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh lini aktivitas organisasi agar komunikasi dan pelayanan antarkader dapat berlangsung efisien dalam satu pintu digital.
Khusus pengembangan E-KTA, Jelsius menerangkan bahwa fokus utama pada tahap awal adalah penataan basis data keanggotaan yang solid sebelum melangkah ke integrasi layanan eksternal.
“Dalam jangka panjang, E-KTA diproyeksikan dapat dikembangkan menjadi kartu multifungsi yang terintegrasi dengan berbagai layanan, termasuk kemungkinan kerja sama dengan lembaga perbankan seperti BCA dan bank lainnya,” jelas Jelsius melalui rilis yang diterima media ini, Kamis (01/10/2026).

Sistem Akses Bertingkat dan Progres Teknis
Untuk menjaga keamanan serta ketertiban pengelolaan data, PMKRI Center membagi tingkatan hak akses menjadi tiga kategori:
1. Super Admin: Memiliki kewenangan penuh dalam mengelola seluruh data dan konten (Create, Read, Update, Delete / CRUD).
2. Admin: Mengelola area operasional tertentu, seperti administrasi toko dan produk.
3. User: Akses khusus bagi kader untuk memanfaatkan layanan dan informasi tanpa memiliki kewenangan mengubah data sistem.
Memasuki September 2026, pembangunan infrastruktur aplikasi dilaporkan telah menunjukkan kemajuan signifikan dan bersiap memasuki tahap akhir.
Menurut Jelsius, fokus pengerjaan saat ini tertuju pada penyiapan infrastruktur hosting, pengujian sistem secara berkala, serta penyempurnaan berbagai kebutuhan teknis pendukung.
Pihaknya terus memacu penyelesaian teknis agar platform ini dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh kader di berbagai daerah.
“Kami berharap pada akhir tahun ini PMKRI Center sudah dapat tersedia di Play Store dan mulai digunakan oleh kader PMKRI dari berbagai cabang,” ujar Jelsius.

Target Peluncuran dan Visi Berkelanjutan
Sesuai dengan target perencanaan, aplikasi ini diproyeksikan resmi tersedia di Google Play Store pada akhir tahun ini atau awal tahun 2027 agar dapat segera dimanfaatkan oleh kader dari seluruh cabang.
Menurut Jelsius, peluncuran aplikasi di Google Play Store ditempatkan sebagai awal dari pembentukan ekosistem digital yang berkesinambungan.
Ia menegaskan bahwa evaluasi berkala serta penyesuaian fitur akan terus dilakukan secara adaptif berdasarkan dinamika kebutuhan organisasi dan masukan langsung dari para kader di lapangan.
“Harapannya, PMKRI Center tidak berhenti sebagai sebuah aplikasi, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem digital yang benar-benar membantu organisasi dan kader,” pungkasnya.
Melalui pendekatan tersebut, keberadaan PMKRI Center diharapkan mampu menjadi tolok ukur baru dalam memperkuat tata kelola, pelayanan kader, serta akselerasi transformasi digital PMKRI seluruh cabang di Indonesia.













