MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I (Dapil NTT I), Andreas Hugo Pereira (AHP), meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat revitalisasi rumah ibadah yang terdampak bencana gempa bumi di NTT pada 15 Agustus lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan politisi PDI Perjuangan ini saat meninjau kondisi Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot, Keuskupan Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (23/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, AHP mendesak BNPB dan Kementerian PUPR agar segera mengambil langkah konkret serta mempercepat penyaluran bantuan penanganan darurat maupun rekonstruksi fisik bangunan.
“Gereja ini melayani ribuan umat. Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena umat harus beribadah di ruang terbuka di tengah ancaman cuaca buruk dan tingginya intensitas curah hujan,” ujar AHP.
Ia juga menanggapi kendala teknis penyerapan anggaran penanggulangan bencana menjelang akhir tahun anggaran.
Meskipun platform anggaran daerah maupun pusat umumnya sudah mulai ditutup mendekati akhir tahun, AHP berkomitmen untuk terus mengawal dan mencari ruang intervensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Meskipun ada kendala batas waktu anggaran di akhir tahun, kami di DPR RI akan terus berkoordinasi dan mencari jalan keluar agar bantuan serta intervensi anggaran dari pemerintah pusat tetap bisa direalisasikan secepatnya,” tegasnya.
Menanggapi kunjungan tersebut, Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi Karot, Pater Bonaventura Y. Lelo, OFM, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Anggota DPR RI di tengah pergumulan umat.
“Kebutuhan perbaikan tempat ibadah ini sangat mendesak karena ada ribuan umat yang setiap minggu harus beribadah di bawah tenda darurat dan ruang terbuka. Saat hujan turun, proses peribadatan menjadi sangat terganggu,” ungkap Imam yang akrab disapa Pater Bovan ini.
Pater Bovan menjelaskan, percepatan revitalisasi bangunan gereja tersebut sangat diharapkan mengingat tim teknis dari Kementerian PUPR sebelumnya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan survei dan menjanjikan langkah penanganan.
Ia berharap komitmen serta hasil survei dari Kementerian PUPR dapat segera ditindaklanjuti secara konkret agar proses rekonstruksi rumah ibadah tidak berlarut-larut.
Pater Bovan menambahkan bahwa pihak paroki bersama umat terus berupaya menjaga keberlangsungan ibadah, namun bantuan serta intervensi dari pemerintah pusat tetap sangat dibutuhkan agar pemulihan bangunan gereja dapat terlaksana secara menyeluruh.
“Kami sangat berharap aspirasi ini dikawal hingga ke tingkat pusat. Pemulihan rumah ibadah ini sangat mendesak untuk memulihkan ketenangan spiritual dan kenyamanan ribuan umat dalam beribadah,” pungkasnya.













