MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menghadirkan Pentas Seni Budaya Caci sebagai salah satu rangkaian perayaan Dies Natalis ke-23.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli Kampus UNIKA pada Minggu (21/6) tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa serta masyarakat umum yang turut menyaksikan jalannya acara.
Pentas Caci yang merupakan warisan budaya khas masyarakat Manggarai ini dihadirkan bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga komitmen Prodi PGSD dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mengenal, menjaga, dan melestarikan kekayaan budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Mariano Dangku, memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Pentas Caci dalam Dies Natalis PGSD ini merupakan sarana untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya Manggarai kepada mahasiswa PGSD sebagai calon guru. Saya mengapresiasi panitia yang secara konsisten menghadirkan kegiatan budaya dalam perayaan Dies Natalis. Harapan saya, kegiatan ini dapat terus dipertahankan dan menjadi salah satu ikon Prodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng,” ungkap Imam yang akrab disapa Romo Ino ini.
Lebih lanjut, Romo Ino mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan yang terkandung dalam tradisi Caci.
“Siapa pun yang menjadi Meka Landang maupun tuan rumah, semuanya adalah saudara. Kita berada dalam satu keluarga besar Unika Santu Paulus Ruteng. Oleh karena itu, mari kita menjaga persaudaraan dan menghormati satu sama lain. Caci bukan hanya tentang adu ketangkasan, tetapi juga tentang bagaimana kita melestarikan budaya, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan kreativitas mahasiswa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD, Dr. Maria Senisum, menegaskan bahwa budaya Caci merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Manggarai dan perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
“Kita lahir, hidup, dan bertumbuh dalam budaya Manggarai. Oleh karena itu, pelestarian budaya Caci tidak boleh terlepas dari kehidupan kita, apa pun profesi yang kita jalani saat ini maupun di masa depan. Sebagai mahasiswa dan calon Guru Sekolah Dasar, kita memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan dan membudayakan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi berikutnya agar tetap hidup dan lestari,” ujar Maria.
Pentas Caci kali ini mempertemukan tim Meka Landang yang terdiri atas mahasiswa Fakultas Pertanian,Peternakan, dan Teknik (FPPT) dengan tim tuan rumah dari Program Studi PGSD FKIP Unika Santu Paulus Ruteng.
Pertunjukan berlangsung penuh semangat, diiringi tabuhan gong dan gendang serta lantunan nenggo yang menambah kekhidmatan sekaligus kemeriahan suasana.
Sorak sorai penonton yang memadati area kegiatan semakin menyemarakkan jalannya pertunjukan.
Para paci dari kedua kubu menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam mempertunjukkan seni tradisional Manggarai yang sarat akan nilai keberanian, penghormatan, kedisiplinan, sportivitas, dan persaudaraan.
Menariknya, pentas ini tidak berorientasi pada kemenangan atau kekalahan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi mahasiswa lintas fakultas dan program studi untuk merayakan keberagaman, mempererat persaudaraan, serta memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan budaya daerah.
Melalui momentum Dies Natalis ke-23 ini, Prodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan calon guru yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
Sebab, pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membentuk generasi yang berkarakter, beridentitas, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 23 tahun Prodi PGSD dalam mengabdi bagi dunia pendidikan.
Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri bagi kemajuan pendidikan di Manggarai dan Indonesia.
Kontributor: Heribertus Harianto Harjo (Wakil HMPS PGSD UNIKA Santu Paulus Ruteng)













