Penulis: Yohana Anista Belgia (Mahasiwi STIPAS St. Sirilus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan atau pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk mahasiswa dan pelajar.
Di lingkungan pendidikan, sikap bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan positif yang mencerminkan rasa cinta tanah air, disiplin, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Mahasiswa dan pelajar memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, mereka dapat menunjukkan semangat bela negara dengan belajar sungguh-sungguh dan berprestasi.
Pendidikan yang baik akan melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing demi kemajuan Indonesia.
Selain itu, menaati tata tertib sekolah atau kampus juga merupakan bentuk nyata dari sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Peran bela negara juga dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan dan toleransi di lingkungan pendidikan.
Mahasiswa dan pelajar berasal dari berbagai suku, agama, dan budaya, sehingga sikap saling menghormati perlu diterapkan agar tercipta kerukunan.
Menghindari perundungan (bullying), tidak menyebarkan hoaks, serta menggunakan media sosial secara bijak juga termasuk bentuk kontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa.
Selain itu, keikutsertaan dalam kegiatan positif seperti organisasi sekolah, pramuka, kegiatan sosial, upacara bendera, maupun kerja bakti merupakan contoh nyata semangat bela negara.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dan pelajar belajar bekerja sama, memiliki jiwa kepemimpinan, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dengan demikian, bela negara di lingkungan pendidikan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun bermakna, seperti belajar dengan tekun, menjaga disiplin, menghormati perbedaan, dan aktif dalam kegiatan positif.
Jika mahasiswa dan pelajar memiliki kesadaran bela negara sejak dini, maka akan tercipta generasi yang kuat, berkarakter, dan siap menjaga masa depan bangsa Indonesia.













