​Hilirisasi & Tenaga Kerja Lokal: Mandat Fraksi Demokrat dalam Ranperda Investasi 2026

(Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Fraksi Partai Demokrat, Largus Nala)

Manggarai-Pena1-Ntt.com-Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Manggarai secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri dan Penyelenggaraan Penanaman Modal Tahun 2026. Dukungan ini disampaikan dalam Sidang Paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Manggarai, Senin (04/05/2026).

​Meski memberikan lampu hijau, Fraksi Demokrat menegaskan bahwa regulasi ini bukan sekadar urusan administratif. Bagi partai berlambang bintang mercy tersebut, Ranperda ini adalah mandat besar untuk mempercepat hilirisasi industri sekaligus memastikan perlindungan bagi tenaga kerja lokal.

Fokus pada Ekonomi Kerakyatan dan Infrastruktur

​Ketua Fraksi Partai Demokrat, Aleksius Armanjaya, SS., MH, dalam Pandangan Umum Fraksi menekankan bahwa pemerintah daerah harus berperan aktif sebagai fasilitator yang menjembatani kepentingan investor dengan kesejahteraan masyarakat desa.

​”Kehadiran Ranperda ini adalah momentum strategis. Kami mendesak agar investasi yang masuk selaras dengan penguatan ekonomi desa dan delapan kluster prioritas nasional, terutama pada sektor hilirisasi,” tegas Aleksius.

​Fraksi Demokrat memberikan enam catatan kritis yang menjadi syarat mutlak keberhasilan investasi di Manggarai, di antaranya:

  • Akselerasi Infrastruktur: Memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan sebagai urat nadi investasi dibandingkan pembangunan fisik non-vital.
  • Kepastian Hukum Aset: Menuntut penuntasan status hukum tanah Pemda dan optimalisasi sumber daya air serta elektrifikasi desa untuk menjamin kenyamanan investor.
  • Proteksi Tenaga Kerja: Mengusulkan insentif pajak bagi investor yang berkomitmen menyerap minimal 80% tenaga kerja lokal dan bermitra dengan UMKM lokal.

Digitalisasi dan Revitalisasi Wajah Kota

​Selain aspek regulasi makro, Fraksi Demokrat juga menyoroti pentingnya transparansi melalui digitalisasi seluruh objek pendapatan daerah guna mencegah kebocoran anggaran.

​Di sisi lain, perhatian khusus diberikan pada penataan Kota Ruteng. Sekretaris Fraksi Demokrat, Largus Nala, SIP, menyoroti pentingnya estetika dan denyut ekonomi kota.

“Ruteng adalah panggung investasi kita. Pemerintah harus segera melakukan penataan taman kota dan menghidupkan kembali aktivitas bisnis di malam hari. Jangan biarkan Ruteng menjadi ‘kota mati’ setelah pukul 18.00,” ujar Largus.

Komitmen Pengawalan

​Penutup rilis ini menegaskan bahwa Fraksi Demokrat akan mengawal ketat pembahasan Ranperda hingga ke tahap akhir. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa setiap butir kebijakan yang diputuskan bermuara pada peningkatan pendapatan riil masyarakat Manggarai dan terciptanya iklim investasi yang sehat namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.

Penulis: Bino MaotEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *