MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Mawar Moe mencatatkan capaian signifikan dalam peta perkoperasian regional.
Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi menetapkan lembaga ini sebagai koperasi dengan tingkat kesehatan tertinggi se-Provinsi NTT untuk Tahun Buku 2024.
Pengumuman prestasi tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Aula Asumpta Ruteng, Sabtu (21/3/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi komprehensif, KSP Kopdit Mawar Moe dinyatakan meraih skor 88,11% dengan predikat Sehat.
Apresiasi Pemerintah Kabupaten Manggarai
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, menitikberatkan apresiasi terhadap kemajuan yang dicapai oleh KSP Kopdit Mawar Moe.
Ia menyebut pelaksanaan RAT merupakan instrumen transparansi yang memungkinkan anggota membedah kinerja keuangan serta operasional secara mendalam.
Identifikasi terhadap kekurangan dan capaian selama setahun terakhir ini menjadi fondasi utama dalam merumuskan langkah strategis demi kemajuan koperasi yang lebih berkelanjutan.
“KSP Kopdit Mawar Moe bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi merupakan bagian tidak terpisahkan dari komunitas yang dibangun di atas nilai kekeluargaan dan semangat kebersamaan,” ujar Pj. Sekda Lambertus saat membacakan sambutan Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit.
Sejalan dengan nilai kekeluargaan tersebut, Ia juga mengharapkan peran vital koperasi sebagai jantung penggerak utama bagi kebangkitan usaha mikro di wilayah Manggarai melalui penyediaan akses permodalan yang inklusif.
“Pemerintah mendorong KSP Kopdit Mawar Moe agar senantiasa menyelaraskan program kerjanya dengan visi pembangunan daerah guna mentransformasi unit usaha mikro menjadi pilar ekonomi yang tangguh,” tambahnya.
Dalam upaya memperkuat ekonomi di tingkat akar rumput, lembaga ini juga didorong untuk menjadi mitra strategis yang kolaboratif bagi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Sinergi harmonis tersebut dipandang sebagai instrumen krusial dalam menciptakan ekosistem keuangan mandiri demi mewujudkan masyarakat Manggarai yang sejahtera, bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Transformasi Ekonomi dan Visi Keberdampakan Anggota
Menanggapi dorongan pemerintah tersebut, Ketua Pengurus KSP Kopdit Mawar Moe, Safrianus Haryanto Djehaut atau yang akrab disapa Jefrin Haryanto, mengungkapkan tema RAT: Mawar Moe Berdampak, Anggota Berdaya merupakan hasil refleksi mendalam mengenai fungsi nyata koperasi.
Ia menekankan komitmen lembaga untuk memperlihatkan keberdampakan nyata bagi 7.018 anggotanya agar tidak sekadar mentereng secara lembaga, namun juga sehat secara ekonomi.
“Mawar Moe bukan kumpulan uang, tetapi kumpulan orang-orang yang saling percaya. Menjaga kepercayaan selama 27 tahun merupakan tantangan yang dijawab dengan manajemen profesional,” tegas Jefrin.
Sebagai langkah konkret, pengurus memaparkan rencana strategis untuk menghidupkan aset lahan di setiap desa sebagai proyek percontohan pertanian bagi kelompok anggota.
Langkah ini disiapkan untuk menyambut program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto.
Kesiapan ini didukung data sekitar 38% piutang anggota pada tahun 2025 telah dialokasikan khusus untuk peningkatan usaha produktif, sebuah tren positif yang akan terus ditingkatkan.
“Kita punya aset di banyak tempat dan juga punya mentor yang kompeten. Minimal, kita akan memiliki pilot project pertanian kelompok anggota untuk menyambut program strategis MBG,” terang Jefrin, yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai tersebut.
Capaian prestasi ini turut mendapatkan sorotan dari perwakilan Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Manggarai Raya, Domi Waso.
Domi menyebut keberhasilan KSP Kopdit Mawar Moe meraih skor kesehatan tertinggi se-Provinsi NTT merupakan standar baru bagi gerakan koperasi di wilayah Flores, NTT.
Menurutnya, predikat sehat tersebut merupakan buah dari kedisiplinan pengurus dan manajemen dalam menjalankan standar operasional prosedur yang ditetapkan oleh Puskopdit dan pemerintah.
“Puskopdit Manggarai Raya melihat Mawar Moe telah bertransformasi menjadi role model dalam tata kelola koperasi kredit yang modern. Keberhasilan menekan angka kredit macet secara drastis merupakan indikator kuat sistem pendidikan anggota dan seleksi pinjaman berjalan dengan sangat efektif,” tegasnya.

Strategi Regenerasi dan Penyehatan Organisasi
Selain penguatan ekonomi, KSP Kopdit Mawar Moe juga menaruh perhatian besar pada aspek keberlanjutan.
Jefrin memberikan apresiasi kepada manajemen atas keberhasilan merekrut anggota dari kalangan Generasi Z dan milenial.
Ia berpendapat, koperasi harus keluar dari paradigma lembaga generasi tua dan bertransformasi menjadi gaya hidup anak muda melalui pendekatan digital yang masif, termasuk memulai regenerasi di jajaran manajemen, pengurus, dan pengawas.
Di sisi lain, pengurus mengonfirmasi kebijakan tegas untuk menonaktifkan anggota yang sudah sembilan tahun tidak aktif demi menjaga kualitas keanggotaan.
Kebijakan ini merujuk pada prinsip untuk fokus pada kesehatan anggota dibandingkan sekadar mengejar kuantitas.
“Jangan nafsu menambah anggota, namun gagal menyehatkan anggotanya,” ungkap Jefrin mengutip pesan pendiri, Ibu Maria Moe.
Pertumbuhan Finansial dan Efisiensi Manajemen Risiko
Stabilitas organisasi ini tercermin kuat dalam laporan pertanggungjawaban Tahun Buku 2025. Aset koperasi dilaporkan tumbuh 16% menjadi Rp42.556.384.079, diiringi kenaikan jumlah anggota menjadi 7.018 orang.
Pertumbuhan ini dibarengi kenaikan simpanan sebesar 16% serta kenaikan pendapatan lembaga mencapai 14%.
Jefrin secara khusus mengapresiasi kinerja manajemen dalam menekan angka kredit macet dari 16,1% menjadi 10,3% (turun 5,40%).
Penurunan ini dinilai sebagai strategi terbaik dalam menangani risiko selama perjalanan lembaga.
Untuk tahun mendatang, koperasi menargetkan pertumbuhan anggota baru sebesar 10% dengan memperluas jangkauan layanan ke wilayah Satar Mese Raya dan Langke Rembong.
RAT kali ini ditutup dengan optimisme tinggi melalui penegasan Jefrin mengenai masa depan kelembagaan.
Ia menaruh harapan besar agar raihan predikat koperasi tersehat dan capaian positif lainnya menjadi modal sosial untuk memperkuat kedaulatan ekonomi.
Pengurus dan manajemen berkomitmen memastikan pertumbuhan aset serta efisiensi risiko yang telah dicapai berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan seluruh anggota.
“Akhir kata, atas nama pengurus dan manajemen, saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu semua. Anda adalah pemilik sah koperasi mawar moe. Maka di depan pemilik yang hebat-hebat ini, ijinkanlah saya mengatakan: Mawar Moe adalah Rumah Tumbuh Ekonomi Anggota,” tutup Jefrin sebagai komitmen untuk terus bertransformasi menjadi lembaga yang inklusif, modern, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.













