MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Biara Kongregasi Penyembah Sakramen Mahakudus (PSM) di Ruteng merayakan pesta perak 25 tahun perjalanan hidup bakti dengan penuh khidmat dan sukacita, Minggu (08/02/2026). Perayaan ini menjadi momentum syukur sekaligus refleksi atas kesetiaan para suster PSM dalam menghayati panggilan hidup religius yang berakar kuat pada spiritualitas Ekaristi.

Pesta perak Biara PSM mengusung tema “Berakar dalam Ekaristi dan Berbuah dalam Pelayanan”, yang terinspirasi dari Injil Yohanes tentang pokok anggur. Tema ini menegaskan bahwa akar iman yang dalam—meski sering bekerja dalam kesunyian, keheningan, dan ketidakterlihatan—menentukan kualitas buah pelayanan yang dihadirkan bagi Gereja dan masyarakat.

Wakil Ketua Panitia, Remigius Harum, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan penjemputan Uskup Ruteng melalui ritus adat Manggarai. Prosesi penjemputan berlangsung khidmat dengan tarian daerah Manggarai, ronda Manggarai, serta tarian Ja’i, sebagai bentuk penghormatan adat kepada gembala Gereja.
“Setelah penjemputan, dilanjutkan dengan ritus kapu yang dilakukan oleh Bapak Simon Langgur, sebelum masuk pada puncak acara yakni Perayaan Ekaristi,” ungkap Remigius.

Perayaan Ekaristi berlangsung dengan penuh kekhusyukan, dihadiri para suster PSM, imam, umat, serta para undangan. Usai Misa, acara dilanjutkan dengan pentas seni dari setiap Kelompok Basis Gerejani (KBG) di wilayah Paroki Ekaristi Ka Redong yang tampil penuh antusias sebagai wujud syukur dan kebersamaan umat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama seluruh undangan sebagai simbol persaudaraan dan solidaritas.

Suasana pesta perak semakin meriah dengan penampilan Wela Rana Band yang membawakan musik khasnya, berpadu dengan alunan gong dan gendang dari warga Gendang Mena, menghadirkan nuansa budaya Manggarai yang kental dan penuh semangat.

Selain itu, perayaan ini juga mendapat dukungan partisipatif dari umat. Tercatat adanya sumbangan sukarela sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian dari orang tua murid TK Brando, serta umat dari lima KBG yang berada di sekitar Biara PSM.
Melalui perayaan pesta perak ini, Biara Kongregasi Penyembah Sakramen Mahakudus meneguhkan kembali mottonya, “I want to be holy at any cost”, sebagai komitmen untuk terus setia berakar dalam Ekaristi dan menghasilkan buah pelayanan yang nyata bagi Gereja dan masyarakat.














