Transformasi Karakter Generasi Muda, Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT Tahun 2026 Resmi Dibuka

Pemenang Putra Putri Budaya NTT 2025, Kevin Suwandi dan Cantika Manterio.

MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Panitia Pemilihan Putra Putri Budaya Nusa Tenggara Timur (PPB NTT) secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran Putra Putri Budaya NTT Tahun 2026.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, PPB tahun 2026 telah bertransformasi menjadi wadah strategis dalam melakukan pembinaan karakter bagi generasi muda di Bumi Flobamora.

Melalui pendekatan yang sistematis, ajang ini berupaya memastikan para pemuda NTT tetap memiliki akar yang kuat pada identitas budaya daerahnya.

Langkah ini menjadi krusial sebagai perisai bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah hantaman arus globalisasi yang masif serta pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.

Investasi Budaya dan Jati Diri Bangsa

Penyelenggaraan tahun ini dirancang sebagai proses edukatif yang mendalam, di mana fokus utama terletak pada pembentukan kepemimpinan, wawasan kebudayaan, serta kepekaan sosial.

Hal tersebut disampaikan oleh Regional Director sekaligus Penanggung Jawab Pemilihan Putra Putri Budaya NTT 2026, Aldi Pratama Lada.

Aldi menjelaskan, para peserta tidak hanya menjadi representasi visual budaya NTT, tetapi juga harus mampu mengaktualisasikan nilai-nilai lokal secara kreatif agar relevan dengan tuntutan zaman modern.

Ditegaskan olehnya, program ini menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan. Ia menyoroti pentingnya anak muda NTT memiliki jati diri yang kokoh agar tidak tergerus oleh dinamika dunia luar.

“Putra Putri Budaya NTT bukan sekadar ajang pemilihan, tetapi sebuah proses pembentukan nilai dan karakter. Kami ingin menghadirkan generasi muda yang mengenal jati dirinya, bangga terhadap budayanya, serta mampu mempromosikan kekayaan budaya NTT secara cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Aldi melalui siaran pers yang diterima media ini, Rabu (21/01/2026).

Lebih lanjut, Aldi memaparkan budaya daerah harus menjadi kekuatan utama atau soul dari setiap pergerakan pemuda saat ini.

Menurutnya, warisan leluhur tidak boleh hanya menjadi catatan sejarah, melainkan harus menjadi identitas yang menghidupkan semangat berkontribusi bagi daerah.

“Budaya tidak boleh hanya menjadi warisan, tetapi harus menjadi daya hidup dan identitas. Melalui Putra Putri Budaya NTT 2026, kami berharap lahir figur-figur muda yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta komitmen untuk berkontribusi nyata bagi daerah melalui jalur kebudayaan,” tambahnya.

Ruang Pengabdian Generasi Muda NTT

Ajakan untuk mengambil peran aktif juga disuarakan oleh para pemenang Putra Putri Budaya NTT 2025, Kevin Suwandi dan Cantika Manterio.

Syarat, Ketentuan dan Informasi Pendaftaran

Kedua Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng ini menekankan, ajang PPB memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk belajar dan memberikan pengabdian nyata kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Putra Budaya NTT Tahun 2025, Kevin Suwandi menjelaskan, keikutsertaan dalam ajang ini merupakan perjalanan transformatif yang melampaui euforia kompetisi semata.

Menurutnya, setiap tahapan dalam pemilihan ini dirancang untuk menempa mentalitas pemuda agar memiliki daya tahan serta kepedulian yang lebih dalam terhadap persoalan akar rumput di daerah.

Kevin meyakini, melalui platform ini, anak muda NTT memiliki kesempatan emas untuk membuktikan mereka bukan sekadar penonton perubahan, tetapi juga aktor utama dalam menjaga kedaulatan budaya daerah.

“Kami mengajak seluruh generasi muda NTT untuk berani melangkah dan mengambil peran. Putra Putri Budaya NTT adalah ruang bertumbuh, belajar, dan mengabdi. Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang proses, kepedulian, dan kontribusi nyata untuk budaya dan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Putri Budaya NTT Tahun 2025, Cantika Manterio turut menegaskan, keberlangsungan tradisi lokal sangat bergantung pada tangan generasi muda.

Baginya, budaya merupakan instrumen yang sangat efektif untuk memperkuat karakter individu sekaligus sarana edukasi sosial yang ampuh di era modern.

“Budaya akan terus hidup jika dijaga oleh generasi mudanya. Melalui Putra Putri Budaya NTT, kami belajar bahwa budaya dapat menjadi sarana edukasi, penguatan karakter, dan pengabdian sosial. Kami berharap semakin banyak anak muda NTT yang tergerak untuk ambil bagian,” ungkap Cantika.

Link Pendaftaran

Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 kini terbuka bagi seluruh pemuda-pemudi di wilayah Nusa Tenggara Timur yang memenuhi kriteria dan memiliki minat besar pada bidang kebudayaan.

Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, menjaring individu yang siap mengabdi dan membawa nama harum budaya NTT ke panggung nasional hingga internasional.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *