KUPANG, PENA1NTT.COM – Ratusan alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Regio Timor berkumpul di Biara SSpS Bello, Kupang, pada Jumat (12/12/2025) malam.
Pertemuan ini secara resmi membuka kegiatan Retret Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Regio Timor yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Desember 2025.
Di bawah sejuknya angin kota Kupang, para alumni sepakat menjadikan agenda ini sebagai momentum strategis untuk menyatukan visi, meneguhkan persaudaraan, dan membulatkan tekad mengobarkan api bakti demi kemajuan Nusa Tenggara Timur (Flobamora).
Acara diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin Romo Leo Mali. Suasana yang hening bercampur haru menjadi penanda dimulainya perjalanan batin untuk kembali ke akar persaudaraan yang telah lama tertanam.
Program Kerja DPD: Lanjutan Setelah Regio Flores
Dalam laporan singkatnya, Ketua Panitia, Paskalis Jurman Angkur, menjelaskan bahwa Retret Regio Timor ini adalah bagian integral dari program kerja DPD FORKOMA PMKRI NTT.
Kegiatan ini berjalan setelah satu minggu sebelumnya, Retret yang sama untuk Regio Flores berhasil dilaksanakan di Kabupaten Manggarai pada 5-7 Desember 2025.
“Kedua kegiatan ini adalah program kerja DPD FORKOMA PMKRI NTT untuk memastikan seluruh alumni di berbagai wilayah kembali duduk bersama untuk menyatukan gagasan membangun NTT,” jelas Paskalis menegaskan komitmen Forkoma terhadap konsolidasi alumni se-NTT.
Soliditas organisasi ditegaskan oleh kehadiran alumni dari berbagai profesi dan daerah, termasuk tokoh-tokoh kunci seperti Sekjen DPP Forkoma PMKRI, Romo Leo Mali, Frans Sarong, dan ratusan alumni lainnya.
Satukan Tekad: Teguhkan Persaudaraan
Ketua DPD Forkoma PMKRI NTT, Alo Min, menjelaskan bahwa tema retret “Mari Kita Memulai Lagi untuk Berbagi” lahir dari refleksi mendalam tentang kesadaran akan pentingnya persatuan.
Dijelaskan Alo, kendati berselisih atau berbeda kepentingan juga profesi di luar, para alumni tetap satu keluarga, yaitu PMKRI.
“Kita boleh berbeda di luar, bisa saja berbenturan oleh kepentingan, tetapi kita tetap satu keluarga: PMKRI,” tegasnya.
Persatuan internal ini lantas ditegaskan sebagai modal awal untuk kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Flobamora.
“Retret ini menjadi ruang untuk kembali duduk bersama untuk menyamakan rasa sebagai saudara, dan kembali ke akar tempat nilai-nilai itu tumbuh,” tambahnya.
Selain memperkuat fondasi internal, tujuan utama retret ini adalah mengikat komitmen para alumni untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Forkoma bertekad memastikan proses pembinaan kader PMKRI berjalan, agar dapat menghasilkan generasi penerus yang siap berbakti untuk Tanah Flobamora.
Momen krusial dalam rangkaian retret tiga hari ini adalah kehadiran Gubernur NTT, Melki Laka Lena, yang juga merupakan kader Forkoma PMKRI.
Gubernur Melki dijadwalkan akan membawakan materi khusus pada hari kedua retret, Sabtu (13/12), sebagai simbolisasi kuat kolaborasi antara jaringan alumni dan pemerintah daerah.
Malam pertama ditutup dengan paparan materi dari Romo Leo Mali, Frans Sarong, dan Sekjen DPP Forkoma, dilanjutkan dengan tradisi Malam Fraternitas. Tradisi perjumpaan ini menjadi puncak peneguhan ikatan persaudaraan yang telah direfleksikan sepanjang hari.
Di bawah langit Kupang, Retret Forkoma PMKRI Regio Timor berhasil menguatkan tekad ganda: meneguhkan persaudaraan sebagai sumber kekuatan, sekaligus mengikat janji bakti nyata para kadernya untuk kemajuan Tanah Flobamora.














