Berita  

Toko Benteng Mas Reo, Harap Sinergitas Pemerintah Kecamatan Reok, Tertipkan Aktifitas Bongkar Muat di Pertokoan Reo

MANGGARAI-PENA1-NTT.COM-Masyarakat Reo kembali menyuarahkan keluhannya terhadap respon pemerintah yang dianggap tidak peduli dengan situasi kemacetan arus lalu lintas yang disebabkan oleh aktivitas bongkar muat barang di pertokoan Reo.

Aktivitas ini telah membuat ruang gerak kendaraan lain sangat terbatas, menimbulkan antrean panjang, dan dinilai membahayakan.

Pemilik Toko Garuda Mas, Koang, mengakui bahwa aktivitas bongkar muat di pertokoan Reo telah menimbulkan masalah dan berterima kasih atas masukan dari masyarakat.

“Saya berterima kasih terhadap masukan-masukan tersebut, tentunya jika ada kesalahan bisa kami perbaiki,” ujarnya.

Namun, Koang juga berharap agar pemerintah dapat bersinergi dalam menertibkan aktivitas bongkar muat di pertokoan Reo. “Pemerintah bisa bersama-sama untuk bersinergis, melihat polemik keberadaan aktivitas bongkar muat di area wilayah pertokoan, agar semuanya berjalan sesuai prosedur yang ada,” cetusnya.

Sebelumnya, Tokoh masyarakat Kecamatan Reok, Indra Abas, mengkritik keras kinerja pemerintah yang dinilai lalai dalam mengawasi dan menertibkan kondisi parkir dan bongkar muat yang semrawut.

“Ini pemerintah minta uang di jalan, terima di jalan, selesaikan di jalan. Padahal ada terminal tapi tidak difungsikan,” ujarnya.

Indra Abas menuding adanya inkonsistensi dalam penegakan aturan di lapangan dan meminta agar pemerintah dapat menjalankan fungsi kontrol sesuai aturan.

“Kami juga menuduh bahwa aktivitas bongkar muat di pertokoan Reo telah melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, khususnya Pasal 69 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan hidup,” tambahnya.

Indra Abas juga meminta agar pemerintah dapat memeriksa izin IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) untuk memastikan bahwa aktivitas bongkar muat di pertokoan Reo telah sesuai dengan peraturan yang ada. “Kami tidak ingin lagi melihat kemacetan dan debu yang beterbangan di udara, tolong pemerintah, lakukan sesuatu!” tutupnya

IMG-20260217-WA0004
Penulis: RedaksiEditor: Redaksi@pena1ntt.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *