Berita  

Launching dan Bedah Buku “Demokrasi Zombie”: Menggugah Kesadaran Publik atas Kemunduran Demokrasi Indonesia

KUPANG, PENA1NTT.COM — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana bersama FISIP Corner dan Komunitas Mendi Projek menggelar acara Launching dan Bedah Buku “Demokrasi Zombie” karya akademisi muda Undana, Ernestus Holivil, pada Kamis, 4 Desember 2025, di Aula Pascasarjana Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Buku Demokrasi Zombie hadir sebagai kritik tajam terhadap kemunduran demokrasi Indonesia. Ernestus mengurai fenomena demokrasi yang tampak hidup namun pada dasarnya kehilangan jiwa: pelemahan institusi independen, manipulasi regulasi, hingga praktik politik yang kian menjauh dari cita-cita reformasi. Menurutnya, demokrasi yang membusuk tetap dapat dipulihkan jika publik berani melawan kultur politik yang merusaknya.

Dihadiri Gubernur NTT dan Para Akademisi Senior

Acara launching dan bedah buku ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting. Berdasarkan informasi resmi panitia dan materi publikasi acara, hadir sebagai tamu dan narasumber:

  1. Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Nusa Tenggara Timur
  2. Prof. Drs. Tans Feliks, Direktur Pascasarjana Undana
  3. Boni Hargens, Ph.D, Pengamat Politik Nasional
  4. Dr. Laurensius P. Sayrani, Koordinator Prodi S3 Ilmu Administrasi Undana
  5. Prof. Dr. David B. W. Pandie, Dosen Senior FISIP Undana
  6. Dr. William Djani, Dekan FISIP Undana
  7. Dr. Marsel Robot, Dosen FKIP Undana
  8. Fransiskus Sarong, Jurnalis Senior, mantan wartawan Kompas

Keterlibatan para akademisi dan praktisi lintas disiplin ini memperkaya pembacaan terhadap gagasan dalam buku Demokrasi Zombie, sekaligus memperluas perspektif tentang kondisi demokrasi nasional hari ini.

Ruang Dialog untuk Membangunkan Kembali Demokrasi

Acara yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WITA ini tidak hanya menjadi ajang peluncuran buku, tetapi juga forum ilmiah untuk membahas secara kritis arah demokrasi Indonesia. Diskusi menyoroti dampak penetrasi oligarki, penyusutan ruang sipil, serta tantangan etika politik yang dihadapi generasi saat ini.

Peserta juga memperoleh sejumlah fasilitas, di antaranya:

  1. Materi presentasi
  2. e-sertifikat
  3. Rekaman materi
  4. Dokumentasi kegiatan

Dengan format dialog terbuka, kegiatan ini mendorong mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum untuk terlibat aktif dalam merawat nilai-nilai demokrasi.

Ajakan untuk Membaca dan Membangun Kesadaran Politik

Ernestus Holivil menekankan bahwa buku ini bukan sekadar kritik terhadap praktik demokrasi yang memburuk, tetapi ajakan untuk bertindak.

“Demokrasi yang kehilangan jiwa tetap bisa dihidupkan kembali—selama kita memilih untuk melawan pembusukannya,” tegas Erenstus

Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia akademik Undana untuk berkontribusi dalam percakapan publik mengenai arah dan masa depan demokrasi Indonesia.

Mari hadir, berdiskusi, dan menjadi bagian dari gerakan membangunkan kembali demokrasi Indonesia.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Irenius Putra Editor: Tim Editor Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *