KUPANG, PENA1NTT.COM — Persatuan Mahasiswa Manggarai (PERMAI) Kupang mendesak Kapolda Nusa Tenggara Timur untuk mengambil alih penanganan kasus kelangkaan BBM yang kembali terjadi di Kabupaten Manggarai. Desakan ini disampaikan Ketua PERMAI-Kupang, Saferius Sangkut yang menilai bahwa krisis BBM tersebut tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan teknis semata.
Menurut Saferius, berulangnya kelangkaan BBM di Manggarai telah memunculkan dugaan kuat adanya manipulasi distribusi, permainan kuota, hingga potensi keterlibatan oknum aparat dan pelaku usaha tertentu. Karena itu, ia menilai penanganan di tingkat Polres tidak lagi memadai dan perlu segera dinaikkan ke Polda NTT.
“Kami meminta kasus kelangkaan BBM ini diambil alih dan segera ditangani oleh Polda NTT, agar penyelidikan berlangsung lebih dalam, objektif, dan bebas dari tekanan lokal. Jangan berhenti pada pelaku lapangan, tetapi bongkar jaringan di baliknya. Kami menilai penanganan di tingkat Polres tidak lagi memadai dan perlu segera dinaikkan ke Polda NTT. Kami percaya Bapak Kapolda NTT bisa segera menangani dan membongkar jaringan mafia BBM di Manggarai,” tegas Saferius kepada Media ini.
Ia juga menyoroti potensi adanya praktik kolusi, korupsi, atau mark-up dalam alokasi BBM subsidi untuk Manggarai. Menurutnya, Polda NTT memiliki kapasitas investigatif yang lebih kuat untuk mengungkap dugaan permainan terstruktur tersebut.

PERMAI-Kupang menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Saferius menyebut masyarakat berhak memperoleh kejelasan terkait tiga poin utama:
- Volume BBM yang dialokasikan vs yang benar-benar terealisasi di lapangan
- Daftar penerima kuota resmi serta mekanisme distribusi yang ditempuh
- Apakah ada indikasi kolusi antara oknum keamanan, dinas terkait, dan distributor dalam proses alokasi dan distribusi
Menurut Saferius, masalah ini bukan hanya tentang kekurangan BBM, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi penegak hukum.
“Kasus ini bukan sekadar soal kelangkaan, tapi soal kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum dan pemerintah. Jika dibiarkan berulang tanpa tuntas, maka yang tumbuh adalah kecurigaan sistemik, bukan hanya kekosongan tangki”, ujarnya tegas ketika dihubungi Media ini, Sabtu (29/11/2025)
Senada dengan Permai, Ketua Ikmkora Kupang, Godelianus Papik ketika di minta tanggapannya, juga meminta kepada Kapolda NTT untuk mengambil alih penanganan kelangkaan BBM dan mengungkap semua jaringan mafia BBM di Manggarai.

“Kami berharap Kapolda NTT segera merespon permintaan kami dan mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini secara transparan dan juga tentunya berpihak kepada masyarakat terkait penanganan kasus ini,” Tegas Ketua IKMKORA Kupang.
PERMAI dan IKMKORA Kupang siap mengkawal kasus ini hingga persoalnnya selesai. Mereka juga berharap Kapolda NTT segera mengambil langkah tegas dan transparan untuk mengusut tuntas persoalan ini serta memastikan distribusi BBM subsidi berjalan adil dan berpihak pada masyarakat Manggarai.














