KUPANG, PENA1NTT.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi sejumlah akademisi FISIP Universitas Nusa Cendana Kupang di ruang kerja Gubernur, Kamis (27/11/2025). Rombongan terdiri atas Ernestus Holivil (Dosen Ilmu Administrasi Negara), Rena Saputri Hilaria Sitanggang (Dosen Ilmu Administrasi Bisnis), Imelda Nahan (Dosen Ilmu Sosiologi), serta Viquera Messakh (Ketua BEM FISIP Undana).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara dunia akademik dan Pemerintah Provinsi NTT. Selain menyampaikan pandangan strategis terkait peran perguruan tinggi sebagai pusat riset, inovasi, dan kritik konstruktif, para akademisi juga menegaskan pentingnya kontribusi kampus dalam mempercepat pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya di NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Ernestus Holivil secara resmi mengundang Gubernur NTT untuk menghadiri Bedah dan Launching Buku Demokrasi Zombie, karya terbarunya yang akan digelar pada 4 Desember 2025 di Gedung Pascasarjana Undana.
Demokrasi Zombie: Kritik Segar Demokrasi Indonesia dari Intelektual Muda Undana
Buku Demokrasi Zombie berisi kumpulan esai dan opini ilmiah populer yang telah dipublikasikan di berbagai media lokal dan nasional. Dengan gaya penulisan yang tajam, segar, jenaka, sekaligus kritis, Ernestus menggambarkan bagaimana demokrasi Indonesia tampak hidup, tetapi kehilangan roh moralitas dan keberpihakan pada rakyat.
Karya ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Dalam prolognya, analis politik nasional, Dr. Boni Hargens menyebut buku tersebut sebagai “alarm yang membangunkan publik dari kemunduran demokrasi.”
“Buku ini bukan sekadar kritik, tetapi alarm yang membangunkan kita dari tidur panjang. Ernest menulis dengan keberanian seorang intelektual muda yang tak gentar melawan arus. Demokrasi zombie adalah metafora yang tepat untuk menggambarkan wajah politik kita hari ini,” tulis Dr. Boni Hargens

Sementara itu, Dr. Laurensius Petrus Sayrani, Dosen FISIP Undana, menilai buku ini sebagai bacaan wajib bagi siapa pun yang peduli pada demokrasi.
“Ernest berhasil menuliskan kritik serius dengan gaya renyah, kadang jenaka, namun tetap menghujam tepat ke jantung persoalan. Membaca buku ini, Kita seperti menonton parade demokrasi yang ternyata hanya diisi zombie politik. Saya menyarankan: bacalah buku ini, renungkan, dan jangan biarkan demokrasi kita terus jadi zombie ,” ujar Akademisi FISIP Undana tersebut.
Dukungan juga datang dari Ferdi Jehalut, Dosen FISIP Undana sekaligus Founder Indonesian Agora Research Center, yang menilai karya ini penting untuk menggugah kesadaran publik.
“Tulisan Ernest membuka mata publik tentang pentingnya membangun demokrasi yang sehat di tengah penetrasi oligarki yang makin mapan,” ujarnya.
Undangan Resmi untuk Gubernur NTT
Dalam audiensi tersebut, Ernestus berharap kehadiran Gubernur Melkiades Laka Lena dalam peluncuran bukunya dapat menjadi simbol penguatan dialog antara pemerintah dan komunitas intelektual.

“Harapannya, Pa Gubernur dapat memberikan perspektif yang segar dan konstruktif tentang bagaimana demokrasi dapat kembali memiliki roh, moralitas, dan keberpihakan pada rakyat,” ujarnya.
Ernestus juga menilai, kehadiran Gubernur akan memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Saya berharap kehadiran beliau dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya demokrasi, kualitas kepemimpinan berintegritas, serta mendorong partisipasi publik dalam memperjuangkan hak-hak demokratis,” tambahnya.
Gubernur Melkiades Laka Lena menyambut baik undangan tersebut dan mengapresiasi kontribusi akademisi FISIP Undana dalam memperkuat ruang diskursus publik yang sehat bagi pembangunan NTT.














