Opini  

Peran Self Control dalam Menghadapi Distraksi Digital pada Mahasiswa: Antara Disiplin Diri dan Godaan Teknologi

Opini oleh Maria F. B. Henakin, Trifoni Diany Suryati, Maximo W. P. D. Eduard dan Krispinus Dagung

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Di era digital saat ini, teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa.

Berbagai aktivitas akademik, seperti mencari referensi, mengerjakan tugas, berkomunikasi dengan dosen, hingga mengikuti perkuliahan, dilakukan dengan bantuan teknologi.

Kehadiran teknologi tentu memberikan banyak manfaat karena mempermudah akses informasi dan mendukung proses pembelajaran.

Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat tantangan yang semakin nyata, yaitu distraksi digital yang dapat mengganggu fokus dan produktivitas mahasiswa.

Kami berpendapat bahwa kemampuan self-control atau pengendalian diri memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi berbagai distraksi digital.

Saat ini, banyak mahasiswa yang menggunakan ponsel atau laptop untuk tujuan akademik, tetapi pada saat yang sama juga dihadapkan pada berbagai godaan seperti media sosial, video hiburan, permainan daring, dan notifikasi yang terus bermunculan.

Tidak jarang waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar justru habis untuk aktivitas yang kurang berkaitan dengan kebutuhan akademik.

Pendapat ini didukung oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi konsentrasi belajar.

Penelitian yang dilakukan oleh Junco (2012) menemukan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi berkaitan dengan menurunnya waktu belajar dan pencapaian akademik mahasiswa.

Selain itu, penelitian oleh Rosen, Carrier, dan Cheever (2013) menunjukkan bahwa mahasiswa yang sering terganggu oleh teknologi cenderung memiliki tingkat fokus yang lebih rendah saat mengerjakan tugas akademik.

Menurut kami, fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi bukanlah masalah utama, melainkan cara penggunaannya. Teknologi pada dasarnya dirancang untuk mempermudah kehidupan manusia.

Namun, tanpa pengendalian diri yang baik, mahasiswa dapat dengan mudah terdistraksi oleh berbagai fitur digital yang tersedia.

Oleh karena itu, self-control menjadi kunci penting agar mahasiswa mampu menentukan prioritas dan mengelola waktu secara efektif.

Bukti lain yang mendukung pentingnya self-control dapat dilihat dari penelitian mengenai pengendalian diri dan keberhasilan akademik.

Duckworth dan Seligman (2005) menemukan bahwa kemampuan mengendalikan diri memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap prestasi akademik dibandingkan tingkat kecerdasan intelektual tertentu.

Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang mampu mengontrol kebiasaan dan perilakunya cenderung lebih berhasil dalam mencapai tujuan akademik.

Kami meyakini bahwa pengembangan self-control perlu dilakukan secara sadar melalui berbagai kebiasaan positif.

Misalnya, membuat jadwal belajar yang teratur, membatasi penggunaan media sosial selama belajar, mematikan notifikasi yang tidak penting, serta menetapkan target harian yang jelas.

Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu mahasiswa mengurangi distraksi digital dan meningkatkan produktivitas.

Pada akhirnya, self-control merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa di era digital.

Kemampuan untuk mengendalikan diri di tengah berbagai godaan teknologi akan membantu mahasiswa tetap fokus, produktif, dan bertanggung jawab terhadap tugas akademiknya.

Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menghadapi distraksi digital tidak hanya bergantung pada perkembangan teknologi itu sendiri, tetapi juga pada kemampuan mereka dalam mengelola dan mengendalikan penggunaan teknologi secara bijaksana.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *