Warga Tiga Desa di Cibal Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

MANGGARAI, PENA1NTT.COM — warga dari Desa Wudi, Desa Rado, dan Desa Welu melaksanakan aksi gotong royong memperbaiki beberapa ruas jalan yang rusak parah di wilayah RT 02 dan RW 01 Desa Wudi, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Jumat (29/5/2026).

Aksi swadaya ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap akses transportasi yang kian memprihatinkan.

Perbaikan ini tidak hanya melibatkan masyarakat umum, tetapi juga merangkul sejumlah lembaga pendidikan hingga institusi keagamaan yang terdiri dari Pengurus Stasi dan Komunitas Basis Gerejani (KBG).

Jalur Nadi Ekonomi dan Urgensi Keselamatan

Titik pengerjaan ini memegang peran yang sangat krusial. Selain menjadi penghubung utama bagi ketiga desa tersebut, jalur ini merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan mobilitas warga Kabupaten Manggarai dengan Kabupaten Manggarai Timur.

Kondisi jalur ini sudah bertahun-tahun luput dari perhatian pemerintah. Kerusakan tidak hanya menyisakan aspal yang terkelupas dan bebatuan yang berserakan, namun telah sampai pada tahap membahayakan keselamatan para pengendara serta warga setempat yang melintas.

Sorotan Sektor Pendidikan dan Standar Desa Ramah Anak

Keterlibatan lembaga pendidikan dalam aksi ini menjadi bukti nyata kekhawatiran para pendidik terhadap keselamatan generasi muda.

Sebastianus Dedi, Guru SMPN 5 Cibal mengutarakan pandangannya mengenai urgensi perbaikan ini bagi keberlangsungan dunia pendidikan di wilayah tersebut.

Sebastianus menjelaskan jalur ini setiap hari dilewati oleh anak-anak sekolah, baik siswa SDI Rakas maupun SMPN 5 Cibal.

Kerusakan aspal dan bebatuan yang lepas dinilai sangat membahayakan keselamatan para murid, guru dan warga yang melintas.

Ia menegaskan, sebagai wilayah yang mengusung konsep Desa Ramah Anak, pembenahan infrastruktur ini sudah semestinya menjadi prioritas utama.

“Salah satu indikator utama Desa Ramah Anak adalah ketersediaan infrastruktur lingkungan yang layak, aman, dan nyaman untuk mobilitas anak-anak. Oleh karenanya perbaikan ini sangat mendesak dilakukan,” ujarnya.

Harapan Pemerintah Desa untuk Akses Kesehatan dan Ekonomi

Kebutuhan akan infrastruktur yang layak di wilayah ini kian mendesak seiring dengan status kawasan tersebut sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) atau Desa Bersih.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Desa Rado, Bernadus Ncuang, menegaskan aksi gotong royong ini lahir dari keresahan bersama seluruh masyarakat dari tiga desa yang sepakat turun ke jalan secara swadaya.

Bernadus memaparkan kondisi jalan ini sudah bertahun-tahun rusak berat dan sangat memprihatinkan, padahal jalur tersebut merupakan rute utama perputaran ekonomi warga.

Selain ekonomi, infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan warga serta memperlancar evakuasi medis menuju fasilitas kesehatan yang membutuhkan akses cepat.

“Kami sangat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Manggarai memberikan perhatian lebih dan menjadikan pembenahan jalur ini sebagai prioritas pembangunan ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *