Opini oleh Karolina Varida (Mahasiswi STIPAS St. Sirilus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Anak-anak remaja saat ini sangat dipengaruhi oleh kehidupan media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube dan media digital lainnya menjadi konsumsi harian mereka untuk digunakan untuk berkomunikasi, mencari hiburan, mengikuti tren, hingga mengekspresikan diri.
Tetapi di balik kemudahan tersebut, media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental remaja zaman sekarang.
Pada satu sisi, media sosial memberikan dampak positif. Remaja dapat memperluas pertemanan tanpa batas wilayah, menemukan komunitas dengan minat yang sama, serta memperoleh informasi yang bermanfaat, termasuk edukasi tentang kesehatan mental.
Banyak konten motivasi dan kampanye kesadaran diri yang membantu remaja merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah yang dialami setiap pribadi.
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif. Salah satu yang paling sering terjadi adalah perbandingan sosial. Remaja cenderung membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna di dunia maya.
Hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu kecemasan. Selain itu, perundungan daring juga menjadi ancaman serius yang dapat menyebabkan stres hingga depresi.
Tidak sedikit remaja mengalami gangguan tidur karena terlalu lama menggunakan digital perlu disadari bahwa penggunaan media sosial perlu dikendalikan dengan bijak.
Remaja perlu belajar membatasi waktu penggunaan, menyaring konten yang dikonsumsi, dan tetap menjaga interaksi sosial di dunia nyata.
Peran orang tua dan guru juga sangat penting dalam memberikan edukasi literasi digital agar media sosial dimanfaatkan secara positif.
Beberapa fakta yang didukung oleh hasil penelitian dan laporan lembaga kesehatan mengenai pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja:
Durasi Penggunaan yang Tinggi
Banyak remaja menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari di platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial lebih dari 3 jam per hari berkaitan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.
Peningkatan Gejala Kecemasan dan Depresi
Menurut laporan dari organisasi kesehatan dunia gangguan mental seperti depresi dan kecemasan banyak dialami oleh remaja, dan salah satu faktor risiko yang diteliti adalah paparan media sosial berlebihan, terutama yang berkaitan dengan perbandingan sosial dan tekanan citra diri.
Cyberbullying Berdampak Nyata
Data dari UNICEF menunjukkan bahwa perundungan daring (cyberbullying) dialami oleh sebagian remaja di berbagai negara. Korban cyberbullying lebih berisiko mengalami stres, rendah diri, bahkan keinginan menyakiti diri sendiri.
Gangguan Tidur
Paparan layar sebelum tidur, termasuk penggunaan media sosial, terbukti dapat mengganggu kualitas dan durasi tidur.
Kurang tidur pada remaja berhubungan dengan penurunan konsentrasi, emosi tidak stabil, serta peningkatan risiko gangguan suasana hati.
Menurut saya, berdasarkan uraian di atas, media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan mental remaja, baik secara positif maupun negatif.
Oleh karena itu, penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak dan terkontrol agar dampak positifnya dapat dimaksimalkan dan dampak negatifnya dapat diminimalkan.













