Opini oleh Leonardus Elvegi (Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Pendidikan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan, seseorang dapat memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membentuk karakter yang baik.
Oleh karena itu, pendidikan yang berkualitas harus menjadi perhatian utama pemerintah dan seluruh masyarakat.
Pentingnya pendidikan juga ditegaskan oleh UNESCO dalam pembahasannya mengenai hak atas pendidikan.
UNESCO menyatakan, “Every human being has the right to quality education and lifelong learning opportunities.” Artinya, setiap manusia memiliki hak atas pendidikan berkualitas dan kesempatan belajar sepanjang hayat.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan berkualitas bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak setiap manusia.
Dengan demikian, setiap anak, baik yang tinggal di perkotaan maupun di wilayah terpencil, berhak memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Namun, menurut saya, tantangan pendidikan tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperluas akses ke sekolah.
Kualitas pembelajaran, ketersediaan guru, fasilitas pendidikan, dan dukungan keluarga juga perlu diperhatikan.
Anak-anak harus memperoleh kesempatan untuk memahami pelajaran, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemampuan berpikir kritis.
Dalam konteks Nusa Tenggara Timur (NTT), persoalan pemerataan pendidikan perlu mendapat perhatian serius.
Kondisi geografis yang terdiri atas banyak pulau membuat akses terhadap layanan pendidikan menjadi salah satu hal yang perlu dikaji.
Karena itu, kebijakan pendidikan perlu memperhatikan kebutuhan setiap daerah, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas dan akses transportasi.
Untuk memahami kondisi pendidikan secara lebih objektif, masyarakat dapat merujuk pada publikasi Statistik Pendidikan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Publikasi tersebut menyajikan berbagai indikator pendidikan, termasuk partisipasi sekolah, kondisi ruang kelas, sanitasi sekolah, dan data guru. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk menilai kebutuhan dan tantangan pendidikan di Indonesia.
Menurut saya, pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah ketimpangan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan daerah terpencil.
Sebagian sekolah di perkotaan memiliki fasilitas yang memadai, sedangkan beberapa sekolah di daerah terpencil masih kekurangan ruang kelas, buku pelajaran, dan tenaga pendidik.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan masih perlu ditingkatkan.
Selain fasilitas, kualitas guru juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing siswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Oleh sebab itu, pemerintah perlu meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan yang berkelanjutan serta memberikan kesejahteraan yang layak.
Di era digital, teknologi juga memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Penggunaan internet dan media pembelajaran digital dapat membantu siswa memperoleh informasi dengan lebih mudah.
Namun, teknologi harus digunakan secara bijak. Siswa perlu dibimbing agar mampu membedakan informasi yang benar dan salah serta tidak hanya bergantung pada teknologi dalam menyelesaikan tugas.
Menurut saya, peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan guru. Orang tua dan masyarakat juga harus berperan aktif dalam mendukung proses belajar.
Orang tua dapat memberikan motivasi kepada anak, sedangkan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung kegiatan pendidikan.
Pemerintah perlu memperluas akses pendidikan, memperbaiki fasilitas sekolah, meningkatkan kualitas guru, dan memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.
Di sisi lain, siswa juga harus memiliki semangat belajar, disiplin, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Pada akhirnya, pendidikan yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Jika seluruh pihak bekerja sama untuk memperbaiki sistem pendidikan, Indonesia akan memiliki generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.
Oleh karena itu, pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar slogan.
Kesimpulan
Pendidikan berkualitas merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar yang layak tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi maupun tempat tinggalnya.
Dengan komitmen bersama dan kebijakan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat, pendidikan dapat menjadi jalan untuk membangun Indonesia yang lebih adil, maju, dan sejahtera.
Referensi:
1. UNESCO. (tanpa tahun). The Right to Education. Tersedia di: https://www.unesco.org/en/right-education
2. Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Pendidikan 2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Tersedia di: https://www.bps.go.id/id/publication/2025/11/21/d048070f37740b0e04d99350/statistics-of-education-2025.html













