MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Himpunan Mahasiswa Satar Mese (HIMASAR) resmi melantik jajaran pengurus baru sekaligus menyambut anggota baru dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Leda, Kecamatan Langke Rembong, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa tersebut menjadi langkah strategis organisasi dalam memperkuat konsolidasi internal serta menjamin keberlanjutan regenerasi kepemimpinan di tubuh HIMASAR.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pengukuhan pengurus periode baru yang menyatakan komitmennya untuk menjalankan arah gerak organisasi secara profesional.
Pada saat yang sama, penerimaan anggota baru dirancang sebagai tahap awal pembinaan guna membekali mahasiswa asal Satar Mese dengan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan solidaritas.
Komitmen Regenerasi dan Arah Gerak Kepengurusan Baru
Mantan Ketua HIMASAR Periode 2025/2026, Melania Iman, menegaskan pentingnya menjaga konsistensi nilai-nilai dasar organisasi di tengah dinamika yang terus berkembang.
Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu merawat warisan positif organisasi sekaligus melakukan penyesuaian terhadap tantangan mahasiswa saat ini.
“Estafet kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian figur, tetapi simbol keberlanjutan tanggung jawab moril kita. Saya berharap pengurus baru dapat menjaga identitas HIMASAR dan tidak menggadaikan prinsip-prinsip dasar perjuangan organisasi,” tegas Melania.
Ia menambahkan bahwa loyalitas dan pemahaman mendalam terhadap histori organisasi akan menjadi fondasi kokoh bagi pengurus dalam melewati segenap tantangan dinamika organisasi ke depan.
Sementara itu, Ketua HIMASAR Terlantik, Yohanes Kristian, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
Yohanes menekankan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah memperkuat soliditas internal, mengoptimalkan program kerja yang responsif terhadap kebutuhan anggota, serta memperluas jejaring kolaborasi.
“Langkah awal kami adalah menyatukan persepsi seluruh kader. HIMASAR harus menjadi rumah yang inklusif, di mana setiap anggota merasa memiliki ruang untuk tumbuh, berinovasi, dan bergerak bersama demi kemajuan wilayah Satar Mese,” ujarnya.
Guna mewujudkan hal tersebut, kepengurusan periode ini berencana menyusun skema kerja yang relevan dengan perkembangan digitalisasi tanpa mengesampingkan kerja-kerja sosial kemasyarakatan di daerah asal.
Pembinaan Karakter dan Kontribusi Nyata
Sementara itu, Aprianus Supardi selaku Pendamping Organisasi menekankan peran penting HIMASAR sebagai ruang pembinaan karakter dan wadah proses bagi mahasiswa.
Ia mengingatkan para pengurus dan anggota baru agar menjadikan organisasi ini sebagai sarana belajar yang berdampak positif, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat Satar Mese.
“Organisasi adalah laboratorium sosial. Jangan hanya mengejar legalitas struktur, tetapi manfaatkan ruang ini untuk menggembleng mental, melatih kepemimpinan, dan mengasah kepekaan terhadap persoalan real di masyarakat,” tutur Apri.
Apri juga mengimbau agar seluruh elemen organisasi konsisten membangun tradisi diskusi yang sehat, menjaga iklim kekeluargaan, serta aktif menghasilkan pemikiran strategis yang dapat disumbangkan bagi pembangunan daerah.
Melalui momentum ini, HIMASAR menegaskan posisinya sebagai wadah pengembangan potensi akademik maupun non-akademik bagi mahasiswa.
Pengurus terlantik diharapkan mampu mengimplementasikan program kerja secara konsisten serta menjaga ruang kolaborasi yang inklusif dan produktif secara berkelanjutan.













