MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Sekolah Dasar Inpres (SDI) Momang Mese menggelar puncak peringatan Festival Bulan Bahasa yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi para pemenang kompetisi pada Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda, sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi dan melestarikan nilai-nilai tradisi lokal di lingkungan sekolah.
Rangkaian perayaan yang telah digulirkan sejak awal Oktober tersebut diisi dengan serangkaian program pembiasaan berkelanjutan serta berbagai perlombaan edukatif. Agenda festival mencakup optimalisasi Pojok Baca Kelas, pembentukan Klub Aksara, serta pembiasaan rutin Sabtu Bercerita guna memupuk minat baca para siswa. Selain itu, pihak sekolah turut mengintegrasikan upaya pengembangan seni budaya lokal Manggarai dalam setiap aktivitas ekspresi siswa.
Sebagai puncak dari seluruh pembiasaan tersebut, sekolah melangsungkan lima kategori perlombaan yang diikuti oleh para peserta didik. Kategori tersebut antara lain Lomba Baca Puisi, Lomba Bertutur, Lomba Tari Kreasi, Lomba Membaca Nyaring, dan Lomba Vokal Solo.
Perayaan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh jajaran pendidik, pengurus komite sekolah, tokoh pendidikan setempat, para orang tua murid, serta seluruh siswa-siswi SDI Momang Mese.
Kepala SDI Momang Mese, Marselus Marung, menjelaskan bahwa pelaksanaan festival perlombaan ini dirancang sebagai bentuk puncak dari seluruh proses pengembangan literasi dan seni budaya yang telah berproses di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan bahwa pihak lembaga berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan bakat terpendam para siswa berlalu begitu saja tanpa adanya apresiasi dan panggung yang layak.
Oleh karena itu, manajemen sekolah mengambil langkah taktis untuk memastikan program kerja ini mendapatkan dukungan fasilitas dan pembiayaan yang optimal.
“Sekolah berupaya mengoptimalkan alokasi anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang ada untuk menyediakan wadah konkret bagi pengembangan bakat dan minat peserta didik. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memupuk potensi anak-anak sekaligus melatih mereka untuk memiliki keberanian bersaing secara sehat dan edukatif,” ujar Marselus.
Senada dengan itu, tokoh pendidikan Desa Compang Ndejing, Yuventius Tongkang, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Ia menilai pendekatan yang diterapkan SDI Momang Mese sangat kontekstual karena tidak hanya menyajikan teori di dalam kelas, melainkan diwujudkan melalui praktik nyata yang melibatkan ekspresi langsung para siswa.
“Pendekatan pembelajaran di sekolah ini luar biasa karena anak-anak tidak sekadar dijejali teori, melainkan diajak mempraktikkannya langsung. Kita harus mendorong anak-anak kita agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi berkarakter, tangguh, serta memiliki integritas yang kokoh sejak dini,” tutur Yuventius.
Yuventius juga memberikan penghargaan atas partisipasi aktif orang tua murid yang senantiasa mendukung setiap agenda pendidikan di sekolah. Lebih lanjut, ia mengingatkan agar proses pendidikan tidak sekadar berfokus pada ranah kognitif dan psikomotorik, melainkan juga harus menyentuh pembentukan sikap afektif serta spiritualitas siswa.
Ia menekankan pentingnya pembiasaan ibadah yang konsisten, di mana siswa yang beragama Katolik diimbau rajin beribadah ke gereja, dan siswa yang beragama Islam aktif menjalankan ibadah di masjid.
Sementara itu, antusiasme dan dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta didik. Jlindalva Isabela Tuven, siswi kelas 6 SDI Momang Mese, mengaku bangga dan senang dapat berpartisipasi dalam festival tersebut.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini karena bisa memperkuat kolaborasi dan rasa kebersamaan di antara kami sesama teman, serta membantu meningkatkan kemampuan kami dalam berliterasi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya,” kata Iva.
Melalui momentum perayaan Hari Sumpah Pemuda ini, SDI Momang Mese menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang kreasi yang edukatif guna membentuk karakter peserta didik yang cerdas berliterasi, berakar pada budaya lokal, dan berintegritas tinggi.













