Opini oleh Maria Fatrililiani Gelvena (Mahasiswi UNIKA Santu Paulus Ruteng)
MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Di era digital sekarang, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sering digunakan oleh mahasiswa untuk mengerjakan tugas kuliah.
AI dapat memberikan informasi, memberi ide, dan menyusun tulisan. Kehadiran AI tentu memberikan banyak manfaat dalam dunia pendidikan.
Namun, jika AI digunakan secara berlebihan, otak dan pikiran mahasiswa tidak dapat bekerja serta kurang berpikir.
Menurut saya, ketergantungan pada AI dapat menghambat kemampuan berpikir mahasiswa. Mahasiswa cenderung bergantung pada AI dan menerima jawaban instan tanpa berusaha berpikir.
Misalnya, ketika mahasiswa mendapatkan tugas untuk membuat makalah atau menjawab pertanyaan dari dosen, sebagian mahasiswa langsung meminta jawaban dari AI tanpa membaca materi terlebih dahulu.
Akibatnya, mahasiswa mungkin dapat menyelesaikan tugas dengan cepat, tetapi belum tentu memahami isi tugas yang dikerjakan.
Selain itu, penggunaan AI secara berlebihan dapat mengurangi kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis, memahami informasi, dan menyampaikan pendapat berdasarkan pemikirannya sendiri.
Padahal, mahasiswa perlu belajar mempertanyakan suatu informasi, membandingkan berbagai pendapat, serta menarik kesimpulan berdasarkan alasan yang logis.
Jika semua proses diserahkan kepada AI, mahasiswa akan kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir secara mandiri.
Meskipun begitu, AI bukanlah sesuatu yang harus dihindari. AI dapat menjadi alat pembantu belajar mahasiswa yang bermanfaat apabila digunakan secara bijak.
Mahasiswa dapat memanfaatkan AI untuk materi yang sulit dan mencari inspirasi. Namun, mahasiswa tetap harus membaca kembali jawaban yang diberikan dan memeriksa kebenaran informasi.
Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa masalah utama bukan hanya terletak pada AI, melainkan pada ketergantungan mahasiswa terhadap teknologi tersebut.
Mahasiswa harus mampu menempatkan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai penghambat proses berpikir.
Dengan menggunakan AI secara bijaksana, mahasiswa dapat memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan mandiri.
Pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang mampu menyelesaikan tugas, tetapi juga mahasiswa yang mampu memahami, menganalisis, dan mempertanggungjawabkan pemikiran sendiri.













