Penulis: Dionisius Upartus Agat
Substansi Natal yang sesungguhnya terwujud saat kita berani terlahir kembali sebagai pribadi yang lebih mencintai, lebih peduli, dan secara aktif menjadi pembawa damai yang sejati bagi sesama dan seluruh semesta.
Penulis: Dionisius Upartus Agat
Substansi Natal yang sesungguhnya terwujud saat kita berani terlahir kembali sebagai pribadi yang lebih mencintai, lebih peduli, dan secara aktif menjadi pembawa damai yang sejati bagi sesama dan seluruh semesta.
Penulis: Ellyas Mbipi Jepa Jome MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Pikiran akan disebut pikiran apabila itu dipertentangkan….
Mari songsong tahun yang baru dengan mencintai diri sendiri, memeluk cinta yang benar-benar memberikan kepastian, bukan hanya harapan yang menyesatkan.
Berita dirilis oleh: Emanuel Natalius Diri LEMBATA, PENA1NTT.COM – Tepatnya 15 juli 1984 semenjak anak…
Penulis: Safridus Aduk (Aktivis PMKRI Cabang Ruteng)
Dalam ensiklik yang dikeluarkan Paus Fransiskus pada 24 Mei 2015 ini, alam juga dilihat sebagai subjek yang perlu untuk dihargai.
Melalui kehadiran peran sosial inilah, hubungan antara umat Katolik dan umat beragama lain menjadi semakin erat dan bermakna.
Melalui ajaran Gereja, Kitab Suci, dan tradisi iman, kita diajak mengenal nilai kebenaran, kejujuran, kasih, dan tanggung jawab—nilai yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi dunia modern.
Sebagai umat Katolik, kita percaya bahwa hidup bukan hanya tentang mencari barang atau kesenangan. Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan untuk mencintai dan melayani.
Nilai nilai seperti kasih, pengampunan, dan pelayanan pada sesama tetap relevan, bahkan semakin penting di dunia individualistis dan materialistis ini.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.