Manggarai Barat, Pena1ntt.com– Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang kembali menyebabkan bencana di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kali ini, sebuah bangunan dapur milik warga bernama Maksimus Nurdin (43), yang berlokasi di Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, ambruk total pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Kapolsek Sano Nggoang, IPDA Risbel Pandiangan, S.IP., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar serta mengakibatkan satu orang mengalami luka.
“Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar serta memakan satu korban luka,” ujar IPDA Risbel dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026) pagi.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, hujan lebat telah mengguyur wilayah Kecamatan Mbeliling sejak siang hari. Kondisi tersebut diperparah dengan hembusan angin kencang yang berlangsung cukup lama.
Akibatnya, bangunan dapur permanen berbentuk panggung milik korban mulai bergoyang hingga akhirnya tidak mampu menahan beban struktur. Tembok dan lantai cor dapur tersebut runtuh secara keseluruhan.
Pada saat kejadian, Maria Muma (68), yang merupakan ibu mertua pemilik rumah, sedang berada di dalam area dapur. Ia pun menjadi korban tertimpa material bangunan.
“Korban (Maria) mengalami luka lecet dan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya. Warga segera mengevakuasi korban ke RSUD Pratama Komodo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelas Kapolsek.
Kerugian Materiil
Akibat kejadian tersebut, dapur rumah keluarga Maksimus Nurdin mengalami kerusakan total. Selain bangunan, sejumlah peralatan dapur serta bahan pangan berupa satu karung beras turut rusak dan tidak dapat digunakan.
“Berdasarkan penilaian sementara, total kerugian yang diderita keluarga bapak Maksimus Nurdin (43) ditaksir mencapai Rp 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah),” ungkap IPDA Risbel.
Respons Cepat Aparat dan Warga
Menindaklanjuti kejadian itu, aparat gabungan dari Polsek Sano Nggoang bersama Camat Mbeliling dan Kepala Desa Tondong Belang langsung turun ke lokasi.
Didampingi Bhabinkamtibmas serta warga setempat, mereka melakukan kerja bakti untuk membangun dapur darurat guna memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga korban.

“Untuk sementara waktu, petugas dan warga memasang terpal di bagian depan rumah utama agar keluarga korban memiliki area dapur darurat untuk keperluan memasak sehari-hari,” terangnya.
Selain itu, Kapolsek Sano Nggoang juga menyerahkan bantuan berupa santunan dana sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada keluarga yang terdampak musibah.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga yang tertimpa musibah. Semoga santunan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan saat ini,” ujar IPDA Risbel.
Imbauan Kewaspadaan
Mengingat kondisi rumah korban berada di wilayah dengan kontur tanah miring, pihak kepolisian dan pemerintah setempat mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
“Kami mengimbau warga agar tetap berhati-hati, mengingat posisi rumah berada di tanah miring yang rawan jika terjadi cuaca ekstrem susulan,” tegasnya.
Hingga saat ini, situasi di Kampung Nobo terpantau aman dan kondusif. Namun demikian, masyarakat diminta tetap siaga mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi di wilayah Manggarai Barat.














