Berita  

Jane Natalia Suryanto: Politik adalah Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan

Manggarai-Pena1-Ntt.com-Jane Natalia Suryanto, seorang politisi perempuan yang dikenal berintegritas, menegaskan bahwa politik sejatinya adalah sarana untuk melayani, bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan.

Bagi Jane, hakikat politik harus dikembalikan pada tujuannya yang mulia—membangun bangsa dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).Ia menyayangkan pandangan sebagian masyarakat yang menilai dunia politik identik dengan hal-hal negatif seperti korupsi, kebohongan, dan kekotoran moral. Jane berpendapat, stigma itu muncul bukan karena politiknya yang kotor, melainkan karena diisi oleh orang-orang yang tidak berintegritas.

“Jangan sampai kita berpikir politik itu selalu jahat, selalu korup, selalu kotor. Politik akan menjadi kotor, jahat, dan korup apabila diisi oleh orang-orang yang korup dan kotor,” tegasnya.

Dengan nada penuh keyakinan, Jane menekankan pentingnya integritas dan ketulusan dalam setiap langkah politik. Ia percaya, apabila politik dijalankan oleh orang-orang yang tulus mengabdi dan berkomitmen membawa perubahan positif, maka politik justru akan menjadi alat yang efektif untuk membangun bangsa.

“Politik itu soal pengabdian, bukan soal siapa yang berkuasa,” ujarnya mantap.

Dalam refleksi perjalanan politiknya, Jane juga berbagi pengalaman saat mengalami kekalahan dalam kontestasi sebelumnya. Alih-alih mundur atau menghilang, ia justru memilih untuk tetap hadir dan berjuang bersama masyarakat.

“Ketika saya kalah dengan jumlah pendukung 873 ribu, bagaimana perasaan pemilih kalau jagoannya kabur? Saya tidak mau jadi orang yang tidak tahu diri,” katanya tegas.

Bagi Jane, keberadaan seorang politisi tidak boleh bergantung pada jabatan semata. Kalah atau menang, seorang pemimpin sejati harus tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap para pendukung dan masyarakat yang telah menaruh kepercayaan.

“Pemilih saya banyak, jadi kalah menang saya tetap kembali,” ujarnya menutup pernyataan.Bagi Jane Natalia Suryanto, kekalahan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan sebuah momentum untuk bangkit dan melayani dengan cara yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih tulus.

Ia percaya bahwa politik yang dijalankan dengan hati akan selalu menemukan jalannya menuju kebaikan bagi rakyat.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: NinonkEditor: Bino Maot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *